Alankanews.com,Provinsi Bengkulu--Sejumlah staf Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu mengungkapkan keluhan mereka terkait pencairan dana Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang belum terealisasi sejak Mei 2024. Meski alokasi anggaran untuk SPPD tersebut telah tercatat pada 31 Desember 2024 dengan status GU Nihil (surat perintah membayar penggantian Uang Persediaan) yang menunjukkan nilai nol, pembayaran tersebut hingga kini belum cair, Jumat (31/01/2025) Kemarin.
Oyon Sofiansori, staf Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, yang mewakili rekan-rekannya, mengatakan bahwa pihaknya sudah berkali-kali meminta kejelasan kepada Sekretaris DPRD Provinsi Bengkulu, Erlangga, terkait pencairan SPPD ini. Erlangga menjanjikan pembayaran pada 31 Januari 2025, namun janji tersebut belum juga dipenuhi.
"Dia (Sekwan) seperti menghindar, malah meminta kami untuk konsultasi dengan Kasubag Umum. Padahal kami sudah dijanjikan tanggal 31 Januari, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Kami pun ditanya lagi, katanya mungkin minggu depan. Bahkan setelah menghadap ke Kasubag Umum, katanya bisa saja tiga bulan lagi," ujar Oyon dengan rasa kesal.
Sejumlah ASN yang turut terlibat dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa mereka akan melaporkan masalah ini kepada Aparat Penegak Hukum (APH) jika hak mereka terkait pembayaran SPPD ini tidak segera dipenuhi.
"Kami minta uang kami segera dibayarkan, karena sudah GU Nihil," tegas Oyon.
Menurut Oyon, total kerugian yang dialami oleh masing-masing ASN bervariasi, berkisar antara Rp6 hingga Rp7 juta untuk perjalanan dinas luar daerah dan sekitar Rp3 juta untuk perjalanan dinas dalam daerah. Adapun jumlah ASN yang terdampak diperkirakan mencapai 80 hingga 100 orang.
Oyon menekankan agar pembayaran tersebut segera direalisasikan dalam waktu enam hari ke depan.
Di sisi lain, Sekretaris DPRD Provinsi Bengkulu, Erlangga, yang dikonfirmasi mengenai hal ini, menyatakan bahwa pembayaran SPPD tersebut memang akan segera diselesaikan.
"Pembayaran SPPD akan diselesaikan oleh bendahara, namun kami minta para ASN untuk bersabar," katanya.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla