Alankanews.com,Kota Bengkulu--Pemerintah Kota Bengkulu terus mendorong agar setiap kelurahan di wilayahnya memiliki setidaknya satu Bank Sampah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan, Selasa (28/01/2025).
Bank Sampah memiliki peran penting dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan sistem pemilahan dan daur ulang sampah yang lebih terorganisir, Bank Sampah membantu mengurangi beban pada TPA yang sering kali mengalami keterbatasan kapasitas dan masalah pengelolaan.
Konsep Bank Sampah sendiri mengedepankan pengumpulan dan daur ulang sampah secara komersial, baik melalui penjualan maupun proses daur ulang. Melalui sistem ini, diharapkan dapat mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah, serta memberikan solusi bagi pengelolaan sampah yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan memberikan nilai ekonomi.
Keberadaan Bank Sampah di tingkat kelurahan, RT, dan RW diharapkan dapat menciptakan pengelolaan sampah yang lebih terstruktur. Hal ini, pada gilirannya, akan membantu mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA, seperti yang telah dilakukan di sejumlah kelurahan seperti Cempaka Permai dan Lempuing.
Pj Walikota Bengkulu melalui Pj Sekda Eko Agusrianto menyampaikan harapannya agar setiap kelurahan di Kota Bengkulu memiliki Bank Sampah untuk mengatasi masalah sampah bersama-sama.
"Saya berharap bank sampah seperti ini bisa hadir di setiap kelurahan di Kota Bengkulu, sehingga persoalan sampah dapat kita atasi dan hasilnya bisa kita nikmati bersama," ujar Eko.
Eko juga memberikan apresiasi kepada perangkat kelurahan se-Kecamatan Kota Bengkulu yang telah mendukung program pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah. Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
"Kota ini milik kita semua, bukan hanya milik pemerintah. Masalah sampah adalah tanggung jawab bersama, dan untuk menyelesaikannya, dibutuhkan kerjasama yang melibatkan diri sendiri, masyarakat, serta pihak-pihak terkait," tambah Eko.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla