Alankanews.com,Bengkulu--Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkulu mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (IKM) untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar global dengan memanfaatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil Menengah (KITE IKM), Jumat (03/01/2025).
Kepala KPPBC Bengkulu, Koen Rachmanto, mengatakan bahwa program KITE IKM menjadi salah satu fokus utama Bea Cukai pada tahun 2025, selain pengawasan dan penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai.
"Salah satu program Bea Cukai tahun ini yaitu memfasilitasi perdagangan dan industri dalam upaya optimalisasi penerimaan negara," ujar Koen
Provinsi Bengkulu, yang dikenal dengan produk IKM seperti kopi dan batik besurek, memiliki potensi besar untuk berkembang melalui ekspor. Namun, Koen menyayangkan bahwa dari ribuan IKM yang ada di Bengkulu, belum ada satupun yang memanfaatkan fasilitas KITE IKM.
"Tahun ini kami genjot agar semakin banyak IKM yang memanfaatkan fasilitas kemudahan ini," tambahnya.
Program KITE IKM memberikan berbagai kemudahan, seperti pembebasan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) untuk bahan baku, bahan penolong, dan mesin yang digunakan untuk produksi barang jadi.
Hal ini bertujuan untuk menekan biaya produksi, sehingga pelaku IKM dapat meningkatkan daya saing dan lebih siap untuk menembus pasar ekspor.
Selain itu, Bea Cukai Bengkulu juga menjalin kerja sama dengan Kantor Pos untuk memfasilitasi pengiriman produk ekspor bagi UKM dengan biaya pengiriman yang terjangkau. Dengan dukungan ini, pelaku IKM dapat lebih mudah memasarkan hasil produksi mereka ke luar negeri.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla