Alankanews.com,Kota Bengkulu--Pemerintah Kota Bengkulu telah menyalurkan ribuan alat kontrasepsi ke 51 puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya di wilayah tersebut selama Januari hingga Desember 2024. Alat kontrasepsi yang disalurkan terdiri dari berbagai jenis, antara lain 523 unit intrauterine device (IUD), 6.500 butir pil kombinasi, 5.800 strip mini pil, 238 gross kondom, 9.210 vial suntik keluarga berencana (KB), dan 1.274 unit implan, Jumat (17/01/2025).
Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Ketahanan serta Kesejahteraan Keluarga (KB-K3) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu, Miliarti, menjelaskan bahwa distribusi alat kontrasepsi tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasangan usia subur yang terdaftar dalam Sistem Informasi Keluarga (SIGA) di Kota Bengkulu.
"Pendistribusian alat kontrasepsi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasangan usia subur di sembilan kecamatan di Kota Bengkulu, yaitu Muara Bangkahulu, Sungai Serut, Teluk Segara, Ratu Agung, Ratu Samban, Singaran Pati, Kampung Melayu, Selebar, dan Gading Cempaka," ujar Miliarti.
Alat kontrasepsi tersebut disalurkan melalui fasilitas kesehatan yang sudah ditunjuk dan terdaftar di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) pusat. Pendistribusian dilakukan dalam dua tahap, yaitu distribusi rutin pada bulan genap seperti Mei dan Juni, serta distribusi darurat jika fasilitas kesehatan membutuhkan alat kontrasepsi sebelum jadwal atau ketika stok habis.
Upaya ini juga menjadi bagian dari program Pemkot Bengkulu untuk mendukung pencegahan stunting di wilayah tersebut. Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, Dewi Dharma, menjelaskan bahwa penyaluran alat kontrasepsi ini bertujuan untuk mewujudkan Kota Bengkulu sebagai kota dengan keluarga yang sejahtera.
"Kami bekerja sama dengan pihak terkait yang memiliki visi yang sama, yaitu meningkatkan kualitas masyarakat dengan mengusung konsep dua anak berkualitas," ujar Dewi.
Ia menambahkan bahwa jika jumlah populasi terlalu tinggi, kesejahteraan masyarakat akan terpengaruh, terutama bagi keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah.
"Jika keluarga memiliki dua anak yang berkualitas, taraf hidup mereka bisa lebih stabil. Kami fokus pada ekonomi menengah ke bawah, sementara keluarga dengan ekonomi menengah ke atas masih dapat menjaga kesejahteraannya meskipun memiliki lebih dari dua anak," tutup Dewi.
Penulis : Aisya Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla