BKSDA Bengkulu Tarik Perangkap Harimau Sumatera, Tim Terus Pantau Keberadaan Satwa Dilindungi

Kepala Satgas Polisi Kehutanan (Polhut) BKSDA Bengkulu, Firman,di Bengkulu, Jumat (31/01/2025).Foto:Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com,Bengkulu--Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Lampung telah menarik tiga perangkap yang sebelumnya dipasang di Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko. Penarikan ini dilakukan setelah tim yang terdiri dari BKSDA, Tripika Kecamatan Teras Terunjam, perangkat desa, dan masyarakat setempat tidak lagi menemukan jejak harimau Sumatera.

Kepala Satgas Polisi Kehutanan (Polhut) BKSDA Bengkulu, Firman, menjelaskan bahwa keputusan untuk menarik perangkap ini didasarkan pada kesepakatan bersama serta hasil pemantauan yang dilakukan di lapangan.

"Kemungkinan, harimau Sumatera tersebut sudah kembali ke habitat aslinya di kawasan hutan Kabupaten Mukomuko. Oleh karena itu, tim memutuskan untuk menonaktifkan atau menarik tiga perangkap yang sempat dipasang," ujar Firman.

Perangkap ini sebelumnya dipasang setelah insiden tragis yang menimpa seorang warga, Ibnu (22), yang diduga menjadi mangsa harimau Sumatera saat mencari rumput untuk ternaknya di sekitar perkebunan sawit pada awal Januari lalu. Kejadian tersebut memicu langkah segera dari pihak BKSDA untuk mengamankan area tersebut dengan memasang perangkap, guna mencegah potensi serangan lebih lanjut.

Meski perangkap telah ditarik, Firman menegaskan bahwa pemantauan terhadap keberadaan harimau Sumatera tetap dilakukan. Tim BKSDA tetap siap bertindak jika ada laporan dari masyarakat mengenai jejak atau keberadaan harimau di sekitar pemukiman atau perkebunan.

"BKSDA menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada saat beraktivitas di alam terbuka, terutama di area perkebunan. Jika menemukan jejak atau tanda keberadaan harimau, segera laporkan kepada pihak berwenang untuk tindakan lebih lanjut," tambah Firman.

Dengan penarikan perangkap ini, diharapkan harimau Sumatera dapat kembali ke habitat alaminya tanpa gangguan. Sementara itu, masyarakat di sekitar kawasan tersebut diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama.

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla