BPBD Bengkulu Tengah Rencanakan Penambahan Posko Bencana di Pondok Kelapa

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkulu Tengah, Harmen Junaidi, ST, M.AP.,Kamis (09/01/2025).Foto:Alwi/Alankanews.com

Alankanews.com,Bengkulu Tengah--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Tengah berencana menambah satu posko penanggulangan bencana alam pada tahun 2025. Dengan penambahan ini, total posko yang dimiliki BPBD Bengkulu Tengah akan menjadi tiga, guna meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana yang berpotensi terjadi, Kamis (09/01/2025).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkulu Tengah, Harmen Junaidi, ST, M.AP., menjelaskan bahwa saat ini BPBD hanya memiliki dua posko yang tersebar di kawasan perkantoran Nakau dan di Liku Sembilan, Taba Penanjung. Posko baru yang akan dibangun di Desa Pondok Kelapa, Kecamatan Pondok Kelapa, diharapkan akan memperkuat jaringan penanggulangan bencana di wilayah tersebut.

“Gedung selter yang telah berdiri beberapa tahun lalu dan belum dimanfaatkan secara maksimal, akan diubah fungsinya menjadi posko yang siap digunakan untuk merespons bencana alam,” ujarnya.

Harmen menambahkan, seperti posko lainnya, posko baru di Pondok Kelapa akan dijaga oleh petugas yang bekerja dengan sistem shift 12 jam. Setiap harinya, dua petugas akan bertugas secara bergantian untuk memastikan operasional posko berjalan selama 24 jam penuh.

“Petugas di posko harus standby selama 24 jam karena kita tidak bisa memprediksi kapan bencana akan terjadi,” ujar Harmen.

Setiap posko BPBD dilengkapi dengan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan wilayahnya. Misalnya, posko di Liku Sembilan yang dilengkapi dengan alat untuk menangani bencana longsor dan pohon tumbang.

Penambahan posko di Desa Pondok Kelapa ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas BPBD Kabupaten Bengkulu Tengah dalam menangani bencana alam, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana. BPBD juga memastikan bahwa layanan kepada masyarakat akan terus dimaksimalkan guna menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja.

Penulis : Alwi Eka

Editor : Andrini Ratna Dilla