Alankanews.com,Muko Muko—Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mukomuko, Ruri Irwandi, menyampaikan akan memfokuskan kegiatan utama pada tahun 2025 untuk pembuatan dokumen kajian risiko bencana. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan mitigasi bencana di wilayah tersebut, Sabtu (21/12/2024).
Ruri menjelaskan bahwa fokus pada pembuatan kajian risiko bencana dipilih karena keterbatasan anggaran yang dimiliki BPBD pada tahun 2025.
“Dengan anggaran yang terbatas, BPBD tidak dapat melaksanakan berbagai program kebencanaan, termasuk penambahan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana). Saat ini, Kabupaten Mukomuko memiliki 13 Destana yang tersebar di beberapa kecamatan, namun pada 2025 tidak ada anggaran untuk menambah jumlah Destana”, ujar Ruri.
Selama ini, BPBD Mukomuko telah melakukan berbagai kegiatan untuk memperkuat kelembagaan desa-desa yang telah menjadi Destana dan meningkatkan peran serta relawan dalam forum pengurangan risiko bencana.
Namun, pada tahun 2025, pembuatan dokumen kajian risiko bencana akan menjadi prioritas utama, mengingat dokumen ini merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) kebencanaan yang harus dipenuhi oleh setiap daerah.
Pembuatan dokumen kajian risiko bencana akan melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk tim ahli dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sektor lingkungan.
Kajian ini akan menyusun informasi terkait potensi risiko bencana yang ada di Kabupaten Mukomuko, sebagai pedoman dalam merancang strategi mitigasi bencana yang lebih efektif sesuai dengan kondisi lokal.
Ruri juga menjelaskan perbedaan antara pembuatan dokumen kajian risiko bencana dengan dokumen rencana kontingensi gempa bumi dan tsunami.
“Rencana kontingensi lebih bersifat spesifik, yaitu untuk menangani bencana gempa bumi dan tsunami, sementara kajian risiko bencana bersifat lebih luas, mencakup berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kabupaten Mukomuko, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, dan kebakaran hutan”, tutupnya
Penulis : Elvina Rosa
Editor : Andrini Ratna Dilla