Alankanews.com,Bengkulu--Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu telah melaksanakan survei sebagai bagian dari Program Prioritas Nasional, yaitu sekolah dengan Program Jajanan Aman Sekolah (PJAS) yang aman. Kegiatan survei ini dilakukan di 19 sekolah di Kabupaten Kaur, yang akan menjadi target pengawasan dan intervensi PJAS pada tahun 2025, Rabu (05/02/2025).
Ketua TIM 2 Substansi Infokom BPOM Bengkulu, Denton RM Simamora, S.Si, menjelaskan bahwa survei ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTS, hingga SMA. Proses mapping dilakukan oleh petugas BPOM bersama Dinas Pendidikan setempat. Dari 19 sekolah yang disurvei, 11 sekolah akan menjadi target intervensi PJAS pada tahun 2025.
“Kami telah melakukan survei di 19 sekolah, dan selanjutnya akan dilakukan pensingkoran untuk menentukan sekolah-sekolah yang akan mendapatkan intervensi PJAS pada tahun 2025. Target kami adalah 11 sekolah,” ungkap Denton.
Denton juga menambahkan bahwa hasil dari survei ini akan menjadi acuan untuk pelaksanaan program PJAS aman pada tahun 2025. Program intervensi ini akan berlangsung sepanjang tahun 2025, dengan puncaknya berupa sertifikasi bagi sekolah yang berhasil menerapkan pembudayaan PJAS aman.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memastikan bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh siswa memenuhi standar keamanan pangan yang telah ditetapkan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, BPOM Bengkulu turut melaksanakan tahapan-tahapan yang diperlukan dalam rangkaian pelaksanaan program ini.
Penulis : Dandi Febriawan
Editor : Andrini Ratna Dilla