Alankanews.com,Bengkulu--Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu, Yogi Abaso Mataram, menjelaskan persiapan yang dilakukan tim terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini bertujuan untuk memastikan siswa di Provinsi Bengkulu mendapatkan makanan sehat yang bebas dari bahan kimia berbahaya, Rabu (08/01/2025).
“Untuk program MBG, kami sudah berkoordinasi dengan satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG). Namun, pelaksanaan program masih menunggu kedatangan peralatan yang diperlukan,” ujar Yogi
Yogi menjelaskan bahwa setelah peralatan tiba, BPOM akan kembali berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan proses uji sampel makanan berjalan dengan lancar. Uji sampel makanan akan dilakukan secara acak untuk memastikan bahwa makanan yang disediakan dalam program MBG bebas dari bahan berbahaya, seperti boraks, formalin, dan rhodamin.
“Uji sampel akan dilakukan untuk memastikan bahwa paket makanan yang disediakan layak konsumsi dan aman untuk siswa,” tambah Yogi.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu hingga saat ini belum menerima petunjuk teknis (juknis) terkait mekanisme penyediaan dan distribusi makanan bergizi gratis ke sekolah-sekolah. Meski demikian, Pemprov Bengkulu terus mendorong sinergi lintas sektor untuk memastikan kelancaran program ini.
Asisten I Pemprov Bengkulu, Khairil Anwar, menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam menjalankan program MBG.
"Program ini tidak bisa berjalan hanya dengan mengandalkan Pemda. Semua pihak, termasuk TNI, Polri, Kementerian Agama, dan stakeholder lainnya, harus bekerja sama. Sinergi yang baik akan menjadi kunci keberhasilan program ini," ujar Khairil.
Program MBG ini mencakup berbagai jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas dan merupakan bagian dari upaya nasional yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla