Cegah DBD, Dinkes Bengkulu Selatan Lakukan Foging

Dinkes Bengkulu Selatan melakukan foging didaerah yang rawan terkena DBD, Senin (22/01)/(Foto:Beta)

Alankanews.com,Bengkulu-- Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu Selatan berikan himbauan agar masyarakat lebih waspada terhadap ancaman demam berdarah dengue (DBD), apalagi mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini, Senin (22/01).

Terkait hal tersebut, salah satu solusi yang dilakukan Dinkes Bengkulu Selatan yaitu melakukan foging didaerah yang rawan terkena DBD.

Didi Ruslan M.Si selaku Kepala Dinkes Bengkulu Selatan menjelaskan, penyakit DBD gampang menyerang karena perubahan cuaca, untuk itu masyarakat pun diimbau untuk mewaspadai penyakit, khususnya DBD.  Singkirkan tempat - tempat yang bisa menampung air sebagai wadah berkembangnya jentik nyamuk.

"Apalagi Bupati juga sudah menggerakkan seluruh desa untuk selalu bergotong royong setiap hari Jumat untuk membersihkan lingkungan. Kalau hanya ditangani oleh pihak Dinas ataupun Puskesmas tidak mungkin akan bisa. Karena, kebersihan lingkungan, kita sendiri yang menjaganya," ujar Didi, minggu (21/01).

Selain perubahan cuaca, sampah bekas botol plastik, kaca, daun yang lebar juga menjadi tempat nyamuk berkembangbiak. Sehingga masyarakat merasakan nyamuk di sekitar tempat tinggal menjadi banyak. Artinya, lingkungan yang ada disekitar bisa dikatakan kurang bersih.

Masyarakat juga  harus mengenali gejala DBD. Apabila terjadi, lihat dan kenali gejalanya seperti  demam tinggi, kaki dingin, kadar trombosit menurun, terdapat peningkatan hematokrit dan komplikasi dengue shock syndrome (DSS). 

perlu diketahui, Dengue Shock Syndrome (DSS) adalah suatu infeksi dengue yang ditandai dengan gangguan sirkulasi. Proses terjadinya dengue shock syndrome demam pada DBD umumnya terjadi selama 2 sampai 7 hari dan menurun setelahnya.

"Selain menjaga kebersihan, kita juga harus  menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan mengonsumsi makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, makan sesuai kemampuan, tidak stres. Apabila menemukan ada keluarga yang mengalami gejala tersebut, diharapkan segera mendatangi pusat pelayanan kesehatan yang ada,"ucap Didi.

 

Penulis : Beta Kurnia

Editor : Aisyah Oktavia