Alankanews.com,Bengkulu-- Kepolisian Resort Kota (Polresta) Bengkulu menurunkan sejumlah personel untuk melakukan patroli rutin setiap malam selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya pelanggaran serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kerap terjadi selama bulan suci.
Wakil Kepala Polresta Bengkulu, AKBP Max Mariners, menjelaskan bahwa patroli malam dilakukan untuk mengantisipasi gangguan ketertiban yang biasa terjadi selama Ramadhan, seperti aksi perang sarung dan balap liar yang sering mengganggu kenyamanan masyarakat di Kota Bengkulu.
“Selama bulan Ramadhan, khususnya di Kota Bengkulu, kami sering menemui masalah terkait kamtibmas, seperti perang sarung dan balap liar. Untuk itu, kami melakukan patroli setiap malam untuk mencegah hal tersebut,” ujar Max Mariners, Kamis (06/03/2025).
Beberapa waktu lalu, anggota kepolisian berhasil mengamankan 13 remaja yang masih bersekolah di tingkat SMP dan SMA, yang terlibat dalam aksi perang sarung yang dimodifikasi. Para remaja tersebut, berusia antara 15 hingga 18 tahun, terdiri dari MA (16), ZA (16), MAE (17), RR (17), AB (16), RH (18), MB (16), NM (15), BF (16), MS (15), RPN (16), dan DPL (16). Mereka dibawa ke Mapolresta Bengkulu untuk dimintai keterangan sebelum akhirnya dilakukan pembinaan di rumah masing-masing.
Tidak hanya itu, petugas kepolisian juga mengambil tindakan tegas dengan menilang lima unit kendaraan bermotor yang digunakan oleh para remaja untuk konvoi setelah melakukan aksi perang sarung.
Sementara itu, Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, menambahkan bahwa pihaknya juga telah mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga kendaraan mereka dari potensi pencurian. Pihaknya telah memerintahkan Bhabinkamtibmas untuk berpatroli serta menyebarkan selebaran imbauan di tempat-tempat umum seperti pos-pos keamanan.
“Imbauan ini penting untuk mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpan kendaraan mereka di luar kamar saat tidur, karena pelaku pencurian kendaraan bermotor semakin canggih dan hanya membutuhkan beberapa detik untuk membawa kabur kendaraan,” terang Kombes Pol Sudarno.
Menurut Kapolresta, salah satu penyebab utama terjadinya pencurian kendaraan adalah kebiasaan masyarakat, terutama mahasiswa penghuni kos, yang sering kali memarkirkan kendaraannya di luar kamar tanpa pengamanan yang memadai. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menjaga keamanan kendaraan mereka, agar tidak menjadi korban kejahatan.
Polresta Bengkulu berharap, dengan adanya patroli malam dan imbauan ini, situasi kamtibmas selama bulan Ramadhan dapat tetap kondusif, serta mengurangi tindak kriminalitas yang merugikan masyarakat.
Reporter : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla