Alankanews.com,Kota Bengkulu--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mencatat bahwa sepanjang tahun 2024, sekitar 22.000 warga Kota Bengkulu terdiagnosis mengidap penyakit gula darah atau diabetes melitus. Kasus ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi perhatian utama bagi sektor kesehatan di wilayah tersebut, Minggu (26/01/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani, dalam keterangannya, menyatakan bahwa diabetes di Kota Bengkulu tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, tetapi juga banyak ditemukan pada kalangan anak muda dan remaja.
"Kasus diabetes di Kota Bengkulu terus meningkat, terutama pada kalangan anak-anak dan remaja. Penyebabnya bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor genetik dan pola makan yang tidak sehat," ujarnya.
Joni menambahkan bahwa kebiasaan konsumsi makanan yang tidak sehat, serta minuman dengan kadar gula tinggi, menjadi faktor pemicu utama maraknya penyakit ini. Diabetes melitus, yang terjadi akibat gangguan metabolisme tubuh yang menyebabkan kadar gula darah menjadi tinggi, kini telah menjadi salah satu penyakit yang mendominasi di kota ini.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kota Bengkulu mengimbau masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya pola makan yang sehat dan teratur. Mereka juga mendorong agar masyarakat mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula tinggi serta minuman manis yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.
"Kami menghimbau kepada seluruh warga untuk lebih memperhatikan pola makan, mengurangi konsumsi makanan tidak sehat, dan rutin melakukan cek kesehatan untuk deteksi dini penyakit diabetes," tutupnya.
Dengan angka yang terus meningkat, Dinkes Kota Bengkulu juga berencana untuk meningkatkan program edukasi kesehatan kepada masyarakat, terutama dalam hal pencegahan diabetes melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Dinkes berharap, melalui upaya ini, masyarakat dapat lebih peka terhadap gejala penyakit diabetes dan segera mendapatkan perawatan medis yang tepat.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla