Alankanews.com ,Bengkulu -- Rencana perubahan julukan Bengkulu dari "Bumi Rafflesia" menjadi "Bumi Merah Putih" terus menuai kontroversi di tengah masyarakat. Sejumlah pihak, terutama dari kalangan mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan, mengungkapkan ketidaksetujuan mereka terhadap kebijakan tersebut. Bahkan, sebuah aliansi bernama "Aliansi Bumi Rafflesia Melawan" telah menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada Senin, 24 Februari 2025.
Dalam merespons rencana aksi ini, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. Sumardi MM, mengimbau agar demonstrasi tetap berlangsung secara damai tanpa tindakan anarkis. Menurutnya, kebebasan berpendapat adalah bagian dari demokrasi yang harus dihargai, tetapi tetap harus dijaga dalam koridor hukum dan ketertiban.
"Memuji atau mengkritik sama-sama memiliki nilai yang penting dalam demokrasi. Saya berharap, sebesar apa pun aksi yang dilakukan, jangan sampai berujung anarkis," kata Sumardi saat dikonfirmasi, Minggu (23/2/2025).
Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kondusivitas selama aksi berlangsung. Sumardi juga mengingatkan agar demonstrasi tidak berujung pada tindakan kekerasan atau perusakan fasilitas publik, termasuk kantor DPRD Provinsi Bengkulu.
"Sampaikan aspirasi dengan tertib dan aman. Tidak perlu sampai mengosongkan kantor DPRD atau melakukan tindakan yang berlebihan. Kita bisa berdiskusi dan mencari solusi terbaik tanpa harus berdarah-darah," tambahnya.
Diketahui, dalam surat pemberitahuan aksi yang telah diterima DPRD Bengkulu dan Polresta Bengkulu, Aliansi Bumi Rafflesia Melawan meminta agar kantor DPRD dikosongkan selama aksi berlangsung. Estimasi jumlah massa yang akan hadir diperkirakan mencapai 1.700 orang, terdiri dari mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan elemen masyarakat lainnya.
Narahubung aksi mengonfirmasi bahwa demonstrasi ini tidak hanya berkaitan dengan pergantian nama Bengkulu, tetapi juga merupakan bentuk respons terhadap berbagai kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Meski begitu, tuntutan spesifik yang akan disuarakan masih dalam tahap konsolidasi.
"Kami melihat bahwa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat memiliki dampak langsung terhadap daerah. Oleh karena itu, kami ingin menyuarakan keresahan masyarakat Bengkulu," ujar perwakilan aliansi.
Sementara itu, pihak kepolisian memastikan telah menerima pemberitahuan terkait rencana aksi dan akan menyiapkan langkah-langkah pengamanan guna memastikan aksi berlangsung tertib. Polresta Bengkulu mengimbau para peserta aksi untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga keamanan selama demonstrasi berlangsung.
Pergantian julukan Bengkulu dari Bumi Rafflesia menjadi Bumi Merah Putih yang dilakukan oleh Gubernur baru Bengkulu, Helmi Hasan, memang memicu perdebatan luas. Banyak masyarakat yang menganggap julukan Bumi Rafflesia sebagai identitas khas Bengkulu yang seharusnya dipertahankan. Dengan adanya demonstrasi ini, diharapkan ada ruang dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk mencari solusi terbaik.
Reporter : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla