Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu Dukung UMKM Muda di Kota Bengkulu

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Bengkulu, Dr. Nurlia Dewi, S.H., M.H., Selasa (02/01)/(Foto:Beta)

Alankanews.com, Bengkulu--Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Bengkulu akan tetap mensupport serta memantau UMKM mikro hingga akan tetap jadi perioritas bagi Dinas Koperasi dan UMKM selama tahun 2024, Selasa (02/01).

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Bengkulu, Dr. Nurlia Dewi, S.H., M.H., mengatakan untuk UMKM yang baru terjun sebenarnya semangatnya masih sangat tinggi biasanya pemiliki UMKM baru ini anak-anak yang baru tamat sekolah SMA/SMK maupun Universitas.

"Kami memiliki harapan untuk UMKM yang masih kecil akan terus kami bantu karena memang tahun ini tidak ada bantuan permodalan, kami juga belum bisa melihat apakah ada bantuan baik tu permodalan tunai atau barang tapi kami akan selalu support usaha mikro jika kekurangan modal tempat peminjamannya adalah dari KUR perbankan," ujar Nurlia Selasa (02/01).

Nulia menambahkan jika nanti pelaku usaha merasa kesulitan dalam proses peminjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) Dinas Koprasi akan bantu untuk memfasilitasi antara pelaku usahan dan perbankan.

"Kami siap bantu pelaku usaha jika mereka kesulitan dalam peminjaman KUR, karena biasanya pelaku usaha ini dibikin susah oleh perbankan dan mereka akhirnya akan mundur untuk minjam, sehingga mereka lebih baik minjam onlie, sedangkan online itu bunganya besar sekali walaupun prosesnya lebih mudah, jadi kami akan mengarahkan kepada mereka agar kemudian mereka minjamnya itu diperbankan KUR yang legalnya kami tau," lanjutnya.

Dilanjutnya, untuk masyrakat Bengkulu yang ingin berwirausaha sendiri tanpa bergantung dengan orang lain, jika perlu kordinasi, konsultasi dan pelatihan silahkan datang ke dinas kooprasi, kami mungkin akan mendata terlebih dahulu dimana menjadi kesulitan pelaku usaha untuk memulai usaha.

"Untuk pelatihan sosialisasi itu biasanya memang setiap tahun ada dananya walaupun tidak dari APBD itu ada dari APBN, kalo untuk pelaku usaha mikro yang memang mereka butuh manajemen keuangan itu tetap diikuti pelatihan tentang cara mengelolah keuangan," tambahnya.

Nurlia mengatakan jika misalnya memang nanti dari permodalan akan dibantu untuk peminjaman KUR, kalaupun nanti ada barang yang perlu dilengkapi, walaupun nanti ada perdanaannya mereka sudah didata dan akan diperolitaskan.

"Walaupun nanti dari sesi keahlian akan kita ikuti pelatihan sesuai dengan keahlian, nanti ketika itu sudah ada akan kita perlengkap dengan bagaimana cara memanejemen sebuah usaha," tutupnya.

 

Reporter : Beta Kurnia

Editor : Aisyah Oktavia