Dinsos Kota Bengkulu Sehari Dapatkan Laporan Sebanyak 40 Yang Belum Terdata di DTKS

Kepala Dinsos Kota Bengkulu, Dr. Sahat Marulitua Situmorang, A.P., M.M., Selasa (05/03)/(Foto:Monica)

Alankanews.com,Bengkulu-- Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu terus mendapatkan laporan sebanyak 30 hingga 40 setiap harinya dari warga yang kurang mampu yang tidak terdata atau belum terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Selasa (15/03).

Kepala Dinsos Kota Bengkulu, Dr. Sahat Marulitua Situmorang, A.P., M.M., mengatakan warga yang sudah terdaftar DTKS sebanyak 153 ribu, jadi pihaknya akan memilih secara selektif agar DTKS di Kota Bengkulu benar-benar bersih sehingga penerima bantuan sosial benar-benar warga yang miskin atau tidak mampu.

"Terakhir, kita masih di angka 153 ribu yang terdaftar DTKS, namun antrian yang mau masuk itu meningkat, karena banyaknya data baru yang kita usulkan lagi, memang warga yang kita usulkan itu betul-betul miskin tapi belum terdaftar di DTKS, mungkin mereka ini yang baru pindah ke Kota Bengkulu, bahkan dalam satu hari saja mungkin sampai 40 laporan warga miskin yang belum terdata di DTKS," jelas Sahat, Selasa (05/03).

Sahat menjelaskan laporan warga miskin yang belum terdata di DTKS itu, langsung diusulkan melalui operator Sistem Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG), dan sejak Januari 2024 ada sekitar 8 ribu warga yang dikeluarkan dari DTKS.

“Warga miskin yang belum terdata di DTKS akan langsung kita usulkan melalui SIKS-NG, dan ada sekitar 8 ribu warga yang kita keluarkan dari DTKS sejak Januari 2024 hingga sekarang, karena kebijakan dari kemensos, yang dikeluarkan itu contohnya penghasilannya UMR, UMK, jadi otomatis kita keluarkan dari DTKS," lanjut Sahat.

Sahat yakin dengan memberikan nomor handphone pribadinya kepada masyarakat dan membuka jaringan SIKS-NG di setiap kelurahan, bisa membuka ruang semakin bersihnya DTKS di Kota Bengkulu.

 

 

Penulis : Monica Anggraini

Editor : Beta Kurnia