Alankanews.com,Rejang Lebong--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rejang Lebong menghadapi keterbatasan anggaran dan armada dalam mengelola sampah. Saat ini, DLH mengoperasikan 18 unit kendaraan pengangkut untuk menangani sekitar 100 kubik sampah per hari dari pasar dan permukiman warga. Kepala DLH, M. Budianto, MT, mengatakan tidak ada pengadaan kendaraan baru pada 2025, dan fokusnya adalah memaksimalkan armada yang ada serta alokasi anggaran untuk pemeliharaan, Minggu (05/01/2025).
Meski armada yang ada cukup signifikan, Budianto mengakui jumlahnya masih belum memadai untuk wilayah yang luas dan padat penduduk. Pada 2024, DLH memperbaiki dua unit kendaraan yang rusak berat agar dapat meningkatkan efektivitas pengangkutan sampah. Sampah yang diangkut setiap hari dibuang ke dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Bandung Marga dan Desa Guru Agung.
Budianto juga mengimbau masyarakat untuk memilah sampah organik dan non-organik untuk mencegah TPA cepat penuh. DLH berencana menggandeng sektor swasta dan komunitas dalam pengelolaan sampah di tingkat lokal, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
"Semangat gotong royong adalah kunci keberhasilan dalam menciptakan Rejang Lebong yang bersih dan sehat," tutup Budianto.
Penulis : Sasti
Editor : Andrini Ratna Dilla