Alankanews.com,Bengkulu Selatan-- Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi Pariwisata, Erna Sari Dewi (ESD), menyampaikan keprihatinannya terkait polemik keberangkatan utusan Bengkulu dalam Pemilihan Duta Wisata Indonesia Tingkat Nasional Ke-18 yang diselenggarakan di Sulawesi Tengah, Selasa (10/12/2024).
Dua utusan resmi Bengkulu, Nandi Asqora Putra dan Fathma Muthiah, terpilih sebagai Bujang dan Gadis Bengkulu, namun terpaksa menggunakan biaya pribadi untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut. Hal ini menimbulkan kesan bahwa mereka tidak mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata.
“Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Seharusnya Dinas Pariwisata mengambil peran aktif dalam mendukung utusan kita, terutama dalam ajang nasional yang prestisius seperti ini,” ujar ESD dengan tegas.
ESD juga mengungkapkan bahwa masalah ini bukan hanya mengecewakan para peserta, tetapi juga dapat merusak citra Bengkulu di tingkat nasional.
“Kalau pemerintah saja tidak peduli, bagaimana daerah lain bisa melihat Bengkulu sebagai destinasi wisata yang serius?” tandasnya.
Kekecewaan tersebut disampaikan langsung oleh Nandi Asqora Putra dan Fathma Muthiah yang merasa tidak mendapat perhatian yang cukup dari pemerintah. Meskipun begitu, keduanya tetap berkomitmen untuk membawa nama baik Bengkulu dalam kompetisi tersebut berkat motivasi pribadi mereka.
Melihat kondisi ini, ESD berharap pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu yang baru terpilih dapat menjadikan sektor pariwisata sebagai prioritas utama di masa mendatang.
“Kita membutuhkan perubahan besar di sektor pariwisata. Saya berharap gubernur baru dapat membawa semangat baru dan memastikan program-program pariwisata berjalan lebih serius,” ujar ESD.
Lebih lanjut, ESD menekankan pentingnya dukungan terhadap sektor pariwisata yang merupakan salah satu pilar utama pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa sektor ini harus didukung dengan kebijakan dan anggaran yang memadai.
“Harapan kami ke depan, tidak ada lagi cerita duta wisata yang harus menggunakan biaya pribadi untuk mewakili daerah,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, memberikan klarifikasi terkait masalah tersebut. Ia menjelaskan bahwa anggaran untuk keberangkatan utusan Bengkulu memang tidak tersedia, dan pihaknya tidak dapat mencarikan sumber pendanaan dari pos lain.
“Kan sudah tahu bahwa anggaran itu tidak tersedia,” jelas Murlin.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla