Harga Bahan Pangan Naik, Disperindag Imbau Ini

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disperindag Kota Bengkulu, Erika Ariesanti, S.STP., Kamis (21/03)/(Foto:Atina)

Alankanews.com,Bengkulu--Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Bengkulu mengimbau masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1445 Hijiriah, untuk tidak panik serta bijak terkait dengan kondisi harga bahan pangan agar tidak memicu kenaikan dan berkurangnya kesediaan bahan, Kamis (21/03).

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disperindag Kota Bengkulu, Erika Ariesanti, S.STP., menyelaskan harga bahan pokok untuk saat ini terpantau mulai naik beberapa bulan terakhir, maka dari itu pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak khawatir terhadap kenaiakan bahan pokok ini.

"Memang terpantau harga bahan pokok mulai naik beberapa bulan ini, makanya kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir dan melakukan tindakan panik yang berlebihan terhadap komuniti-komuniti seperti beras dan lainnya," jelas Erika, Kamis (21/03).

Ia menegaskan, untuk saat ini ketersediaan bahan pokok mencukupi hingga Idul Fitri nanti untuk kebutuhan masyarakat.

"Baik informasih dari bulog maupun distributo-distributor untuk bahan pokok insyaallah mencukupi menjelang Idul Fitri bahkan sampai bulan Juni nanti," ujar Erika.

Untuk harga bahan pokok mulai merangka naik kata Erika, hal tersebut dikarenakan menjelang Idul Fitri dan kebutuhan mulai banyak.

"Karena ini sudah memasuki bulan puasa dan menjelang hari raya Idul Fitri, secara umum harga mulai merangka naik karena kebutuhan mulai banyak seperti pembayaran zakat, jika sebelumya sekeluarga beras 2 karung, maka untuk membayar zakat ditambahkan, jadi pengeluaran menjadi meingkat," ucapnya.

Erika menekankan para distributor dan agen untuk tidak bermain harga supaya harga pangan jadi kondusif, karena distributor telah berkomitmen untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan berjanji untuk tidak menaikkan harga pasar.

Diketahui, Pemkot Bengkulu menyiapkan dana sebesar Rp500 juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni untuk pelaksanaan operasi pasar murah di Kota Bengkulu, dan operasi pasar murah tersebut menjadi bagian Pemkot Bengkulu untuk mengendalikan inflasi daerah selama 2024.

 

 

Penulis : Atina Ramayanti

Editor : Beta Kurnia