Alankanews.com,KotaBengkulu--Menjelang Natal dan Tahun Baru beberapa bahan pokok mengalami kenaikan harga. Salah satu pedagang sayuran, Ari Perdana (50), mengungkapkan bahwa beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain kol, sawi, berbagai jenis cabai, serta bawang merah dan bawang putih, Rabu(18/12/20).
Menurut Ari, harga kol yang sebelumnya Rp 6.000 per kilogram kini naik menjadi Rp 10.000 per kilogram. Begitu pula dengan sawi yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 8.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 12.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada berbagai jenis cabai, di antaranya cabai merah yang sebelumnya Rp 25.000 per kilogram menjadi Rp 40.000, cabai hijau dari Rp 20.000 menjadi Rp 30.000, cabai rawit dan cabai setan yang masing-masing naik dari Rp 30.000 menjadi Rp 45.000 per kilogram. Selain itu, bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan harga, yang semula Rp 36.000 kini menjadi Rp 48.000 per kilogram.
Ari menjelaskan bahwa kenaikan harga ini sudah terjadi sejak awal Desember 2024. Salah satu faktor penyebabnya adalah terhentinya pengiriman sayuran dari luar daerah, terutama dari Jakarta, yang biasanya menggunakan truk pengantar serta kondisi cuaca yang buruk.
"Sejak bulan Desember ini, pengiriman truk-truk sayuran dari Jakarta tidak ada, selain itu hujan yang terus-menerus ini membuat pasokan sayuran berkurang, sehingga harga naik," ujarnya.
Namun, tidak semua komoditi mengalami kenaikan. Beberapa komoditi masih relatif stabil. Misalnya, harga wortel tetap berada di angka Rp 10.000 per kilogram, buncis di Rp 12.000 per kilogram, timun di Rp 8.000 per kilogram, dan jagung di Rp 7.000 per kilogram. Komoditi lainnya seperti selada, kembang kol, dan brokoli masih stabil dengan harga Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram.
Selain sayuran, beberapa bahan pokok lainnya juga mengalami perubahan harga. Beras medium, misalnya, dijual dengan harga Rp 24.000 per cupak, sementara beras SPHP dijual dengan harga Rp 60.000 per karung 5 kilogram. Gula pasir dijual dengan harga Rp 18.000 per kilogram, garam kasar dan halus masing-masing Rp 3.000, serta sarden banten kecil dan besar dijual seharga Rp 8.000 dan Rp 21.000.
Untuk produk mie, mie telur dijual seharga Rp 4.000, sedangkan bihun dijual dengan harga Rp 3.000 per bungkus. Sementara itu, harga tepung juga beragam, dengan tepung terigu segitiga 250 gram dijual seharga Rp 8.000 dan tepung ketan putih 250 gram seharga Rp 11.000.
Kenaikan harga komoditi ini diharapkan dapat segera stabil seiring dengan perbaikan kondisi cuaca dan lancarnya pasokan dari luar daerah.
Penulis : Aisyah Aprielia Lutpi
Editor : Andrini Ratna Dilla