Alankanews.com, Bengkulu— Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024, Pusat Kordinasi Daerah (PKD) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Provinsi Bengkulu bersama Bencoolen Mall Bengkulu, menggelar kegiatan diskusi Bengkulu darurat sampah plastik dengan tema ‘Lingkungan sehat Bengkulu bersih tanpa sampah plastik’ di Bencoolen Mall Bengkulu, Rabu (21/02), pukul 19.00 WIB.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Pengendali Pencemaran DLHK Provinsi Bengkulu, Yanmar Mahadi, Ketua Komunitas Limbah Berkah Bengkulu, Azwar Anas bersama timnya, dan hadir sebagai tamu undangan, Mapala dan KPA se provinsi Bengkulu, UKM seni Unived, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatannya menjadi narasumber, Yanmar mengatakan, bahwa limbah/sampah selalu menjadi permasalahan bagi kita semua, jadi jika sampah dikelola dengan benar bisa menjadi berkah untuk kita semua.

PKD Provinsi Bengkulu menggelar kegiatan diskusi Bengkulu darurat sampah plastik, Rabu (21/02)/(Foto:Beta)
“Dari dinas lingkungan hidup berinisiatif melakukan pengurangan dan pengelolaan sampah, dan Alhamdulillah saat ini kami lihat sudah banyak pengiat-pengiat sampah seperti komunitas Limba Berkah Bengkulu,” jelas Yanmar, Rabu (21/02).
Ia juga mengatakan bukan berarti ada fakar lingkungan di tengah-tangah masyarakat, daerah setempat bisa bebas dari sampah, tapi bisa membuat masyarakat berfikir dan adanya kesadaran terkait sampah tersebut, sehinga mengetahui tentang sikap apa yang dapat diambil.
“Jika ada pertanyaan kok masih ada sampah, berarti kita belum ada kesadaran tentang sampah. Mari setelah ini, setelah kita bangun tidur kita memiliki kesadaran terkait sampah ini,” sambungnya.
Disisi lain narasumber yang kedua, Azwar Anas mengatakan, pihaknya telah membuat aplikasi SALIN untuk membantu mengurangi sampah, dengan cara bisa membuka aplikasi SALIN lalu pilih jenis sampahnya dan kirim titik koordinat terus bisa kita jemput tanpa dibayar.
“Di industri barulah dipilah dan di proses/didaurulang sampahnya, kita membukak lebar untuk teman-teman melihat prosesnya di SALIN,” ucap Azwar.
Seialn itu Azwar sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan Mahasiswa Pecinta Alam Se-Provinsi Bengkulu yang tergabung di PKD Provinsi Bengkulu ini, dimana Mapala sangat peduli terhadap lingkungan, ini merupakan bentuk apresiasi dari Mapala terhadap lingkungan, kegiatan ini juga merupakan hal yang sangat positif.

PKD Provinsi Bengkulu menggelar kegiatan diskusi Bengkulu darurat sampah plastik, Rabu (21/02)/(Foto:Beta)
“Harapannya khusus anak Mapala bahwa sampah ini adalah peranan kita semua, sampah ini ada di lingkungan kita di sekeliling kita, mulailah dari rumah, kawan-kawan memilah, mengolah dan bijak tentang sampah, harapannya biar kawan-kawan lebih peduli lagi tentang sampah,” ujar Azwar.
Ia juga berharap masyarakat Bengkulu mulai menerapkan bijak sampah dengan mengurangi penggunaan sampah plastik dan bisa mengelola sampa dengan sendirinya.
“Dimulai dari masyarakat Bengkulu, khususnya Kota Bengkulu, mulailah memilah sampah, kalau sulit cobalah instal alpikasi SALIN biar sampah yang dipilah bisa terkumpul bisa lebih bermanfaat lagi, kalau tidak bisa dibeli maka disedekahkan sampahnya, itu labih baik lagi,” tutupnya.
Setelah itu acara diskusi ditutup dan dilanjutkan dengan acara foto bersama dan hiburan dari UKM seni Unived.
Penulis : Monica Anggraini
Editor : Beta Kurnia