Hujan Deras Mengguyur, Jembatan Mertam di BS Hanyut

Jembatan sentra pertanian di wilayah kecamatan kedurang ilir hanyut terbawa arus, Minggu (06/10/2024).Foto:Muldianto/Alankanews.com

Alankanews.com,Bengkulu Selatan-- Hujan lebat yang mengguyur wilayah kecamatan kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan sejak sepekan terakhir mengakibatkan air sungai Mertam meluap, Minggu (06/10/2024).

Akibat luapan tersebut, salah satu jembatan sentra pertanian di wilayah kecamatan kedurang ilir hanyut terbawa arus. Sehingga akses jalan pertanian tersebut putus total tidak dapat dilalui.

Kepala Desa Penindaian, Iswanto, mengatakan besi dan kayu jembatan hanyut terbawa arus Sungai Mertam ke hilir hingga puluhan meter.

"Besi dan kayu jembatan hanyut terbawa arus Sungai Mertam ke hilir hingga puluhan meter bersama material sampah yang ikut hanyut saat banjir terjadi," ujar Iswanto.

Dilanjut Iswanto, dari sapuan air Sungai Mertam tersebut hanya menyisakan abutment di dua bagian sisi jembatan. 

"Hanya abutmen jembatan yang masih kokoh selepas banjir. Tetapi tetap saja jembatan tersebut tidak dapat dilalui baik dengan menggunakan motor atau mobil karena jembatan tidak dapat dititi lagi," lanjutnya.

Iswanto menyampaikan bahwa tidak sedikit petani yang mengalami kesulitan untuk mengeluarkan hasil bumi pasca hanyutnya Jembatan Mertam tersebut. Sebab ada puluhan lahan pertanian masyarakat yang berada di seberang sungai tersebut, seperti tandan buah segar sawit dan jagung.

"Bahkan bukan petani yang memiliki lahan di sana bukan hanya satu desa, tetapi beberapa desa tetangga lainnya, seperti Desa Padang Bindu, Desa Limus dan Nanjungan," ujarnya.

Iswanto berharap pemerintah daerah dapat segera menangani kerusakan Jembatan Mertam pasca hanyut terbawa arus sungai. Sebab jika tidak akan menyulitkan masyarakat dalam mengeluarkan hasil bumi dan akan berdampak pada ekonomi masyarakat.

"Semoga saja Jembatan Sungai Mertam dapat segera diperbaiki dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa dalam bertani, khususnya saat mengeluarkan hasil bumi," harapnya.

 

Penulis : Muldianto

Editor : Andrini Ratna Dilla