Alankanews.com,Bengkulu Utara--Wisata Air Terjun Palak Siring di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, ditutup sementara pasca insiden seorang pengunjung yang hilang dan ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Air Nokan Lubuk Sahung. Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk pemulihan dan untuk memberikan waktu bagi pengelola serta masyarakat sekitar untuk berduka, Jumat (24/01/2025).
"Memang kalau untuk perintah penutupan itu tidak ada, cuman inisiatif kami sebagai pengurus," ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Air Terjun Palak Siring Kemumu, Triyono.
Ia menjelaskan, wisata tersebut ditutup sejak kejadian pada 21 Januari dan direncanakan untuk dibuka kembali dalam waktu 5 hingga 6 hari ke depan.
Penutupan ini dilakukan tidak hanya untuk pemulihan mental pengelola dan masyarakat sekitar, tetapi juga sebagai bentuk empati terhadap peristiwa tragis yang menimpa pengunjung tersebut.
"Memang sengaja kami tutup untuk mengembalikan mental kami dulu lah," tambah Triyono.
Peristiwa tersebut juga berdampak pada psikologi pengunjung, di mana banyak yang merasa was-was setelah insiden tersebut tersebar di media sosial.
"Memang dampak kejadian ini, karena sudah tersebar di media sosial, mungkin pengunjung ada sedikit perasaan was-was atau takut," ungkapnya.
Selama penutupan, pihak pengelola juga melakukan pembersihan kawasan wisata dan menambah papan imbauan untuk meningkatkan keselamatan pengunjung.
"Kami akan menambah papan-papan peringatan yang sudah rusak, termasuk call center dan jalur evakuasi," jelasnya.
Pihak pengelola berencana membuka kembali wisata ini pada Sabtu atau Minggu mendatang, dengan mempertimbangkan momen libur panjang. Namun, penutupan sementara ini tentunya berdampak pada pendapatan wisata, karena meskipun operasional tetap berjalan, pendapatan dari pengunjung tidak masuk.
"Otomatis pasti berdampak dengan pendapatan dan pemasukan kami, sementara biaya operasional tetap harus kami keluarkan," tutupnya.
Penulis : Indra
Editor : Andrini Ratna Dilla