Jasa Sewa Janur Plastik, Solusi Praktis untuk Hajatan Pernikahan

Jasa Sewa Janur, di Bengkulu, Minggu (12/01/2025).Foto:Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com,Bengkulu—Semakin sulitnya menemukan seniman pembuat janur dari daun kelapa, kini muncul peluang bisnis baru berupa jasa sewa janur sintetis. Inovasi ini mempermudah pemilik hajatan pernikahan yang ingin tetap menghadirkan simbol tradisional tanpa harus repot mengurus detailnya, Minggu (12/01/2025).

Riyadi, salah satu penyedia jasa sewa janur sintetis, mengungkapkan bahwa ia menyewakan janur plastik dengan harga Rp100.000 untuk jangka waktu dua hari. Harga tersebut sudah mencakup layanan pemasangan dan pembongkaran. Riyadi juga menyediakan bambu untuk menggantung janur, sehingga pelanggan tidak perlu lagi memikirkan persiapan teknis.  

"100 ribu itu sudah termasuk cetak nama pengantin di kertas, terus dilaminasi supaya tahan hujan. Pokoknya, tuan rumah tinggal terima beres," ujar Riyadi.

Menurut Riyadi, janur plastik memiliki keunggulan karena tahan lama, bahkan hingga setahun lebih. Bahan plastik yang digunakan membuat janur ini tidak mudah rusak oleh perubahan suhu atau cuaca ekstrem. Hal ini tentu berbeda dengan janur asli dari daun kelapa yang lebih cepat layu dan membutuhkan perawatan ekstra.  

Adanya jasa sewa janur sintetis ini memberikan solusi praktis bagi para pemilik acara pernikahan. Meski bukan menjadi suatu keharusan, keberadaan janur tetap menjadi elemen penting dalam tradisi pernikahan. Selain sebagai simbol kebahagiaan, janur yang dipasang di depan rumah juga memudahkan tamu undangan mengenali lokasi acara.  

"Kadang tamu bingung kalau tidak ada tanda. Dengan janur, acara jadi lebih mudah dikenali," tambah Riyadi.  

Keberadaan janur plastik ini tak hanya menjadi simbol tradisional yang tetap hidup, tetapi juga mendukung gaya hidup praktis di era modern. Peluang usaha ini tak hanya menguntungkan bagi penyedia jasa, tetapi juga membantu masyarakat yang ingin melestarikan tradisi tanpa kehilangan efisiensi waktu dan tenaga.

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla