Jumlah Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Kabupaten Mukomuko Meningkat Jadi 101 Kasus

Suasana Ruangan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Kamis (12/12/2024).Foto:Elvina/Alankanews.com

Alankanews.com,MukoMuko--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, melaporkan bahwa jumlah kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR), seperti anjing, kucing, dan kera, mengalami peningkatan signifikan. Hingga November 2024, jumlah kasus gigitan HPR tercatat mencapai 101 orang, naik dari 92 kasus sebelumnya, Kamis (12/12/2024).

Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Mukomuko, Ruli Herlindo, mengungkapkan bahwa penambahan kasus gigitan HPR terjadi sebanyak sembilan orang pada bulan November 2024. 

"Jumlah keseluruhan kasus gigitan HPR ini terhitung sejak Januari hingga November 2024," ujar Ruli 

Rincian kasus gigitan HPR sepanjang 2024 menunjukkan distribusi sebagai berikut: Januari tercatat 16 pasien, Februari 12 pasien, Maret 13 pasien, April 10 pasien, Mei tiga pasien, Juni delapan pasien, serta tujuh pasien masing-masing pada bulan Juli, Agustus, dan September. Sementara pada bulan Oktober dan November, masing-masing tercatat sembilan kasus.

Sebagai langkah pencegahan penyebaran rabies, Dinkes Kabupaten Mukomuko telah menyiapkan 192 vial vaksin antirabies untuk warga yang menjadi korban gigitan hewan penular rabies. Vaksin ini tersedia gratis dan dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk untuk pengobatan lainnya yang terkait dengan kasus gigitan HPR.

Dinkes Kabupaten Mukomuko menerima bantuan vaksin antirabies dari pemerintah provinsi setiap tahunnya, selain juga melakukan pengadaan vaksin secara mandiri. Vaksin tersebut disalurkan ke enam puskesmas yang berfungsi sebagai pusat rabies, yaitu Puskesmas Ipuh, Pondok Suguh, Bantal, Penarik, Lubuk Pinang, dan Kota Mukomuko.

Vaksin antirabies ini diberikan secara gratis kepada korban gigitan anjing, kucing, dan monyet, sebagai bagian dari program pemerintah untuk mencegah dan mengatasi penyakit rabies.

Penulis : Elvina Rosa

Editor : Andrini Ratna Dilla