Kasus DBD di Rejang Lebong Meningkat, Dinkes Imbau Warga Waspada

Dinas Kesehatan Rejang Lebong mencatat 24 kasus DBD di 21 puskesmas di 15 kecamatan, Senin (10/02/2025).Foto:Ilustrasi/Alankanews.com

Alankanews.com, Rejang Lebong-- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Rejang Lebong mengalami peningkatan yang signifikan. Hingga Februari 2025, Dinas Kesehatan setempat mencatat 24 kasus DBD yang tersebar di 21 puskesmas di 15 kecamatan. Lonjakan kasus ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Senin (10/02/2025).

Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Dhendi Novianto Saputra, mengungkapkan bahwa tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir menjadi faktor utama peningkatan kasus DBD. Genangan air yang muncul akibat hujan lebat menciptakan habitat yang ideal bagi nyamuk Aedes aegypti, vektor penyebab penyakit DBD.

“Tren peningkatan kasus DBD ini harus diwaspadai oleh masyarakat. Kami mengimbau warga untuk rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang, serta menambahkan langkah-langkah pencegahan lainnya seperti menaburkan larvasida dan menggunakan kelambu saat tidur,” kata Dhendi pada Senin (10/02/2025).

Dinkes Rejang Lebong juga telah menginstruksikan puskesmas untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan DBD. Selain itu, upaya fogging atau pengasapan akan dilakukan di wilayah-wilayah yang teridentifikasi sebagai daerah rawan.

“Kami meminta peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan segera melaporkan jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, serta ruam merah di kulit,” tambahnya.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap perkembangan kasus ini dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mengarah pada DBD. Dengan upaya bersama, diharapkan penyebaran penyakit ini dapat ditekan.

 

Penulis : Sasti

Editor : Andrini Ratna Dilla