Kaus DBD Meningkat di MukoMuko

Kaus DBD di MukoMuko, Jumat (03/01/2025).Foto:Elvina/Alankanews.com

Alankanews.com,MukoMuko--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengungkapkan bahwa Kecamatan Penarik, Kecamatan XIV Koto, dan Kota Mukomuko menjadi penyumbang terbanyak kasus demam berdarah dengue (DBD), Jumat (03/01/2025).

Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Ruli Herlindo, mengatakan bahwa dari total 587 kasus DBD yang tercatat sepanjang 2024, sebanyak 106 kasus berasal dari Kecamatan Penarik, 98 kasus dari Kecamatan XIV Koto, dan 73 kasus dari Kecamatan Kota Mukomuko.

"Data ini kami terima dari 17 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Mukomuko, dari jumlah kasus tersebut, dua orang di antaranya meninggal dunia akibat DBD." ujar Ruli 

Untuk menanggulangi penyebaran DBD, Ruli menyarankan masyarakat dan pihak terkait di tiga kecamatan tersebut untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). "PSN harus dilakukan secara rutin untuk mencegah penyebaran DBD. Fogging atau pengasapan sebaiknya dilakukan hanya sebagai langkah terakhir," ujarnya.

Selain tiga kecamatan yang tercatat dengan jumlah kasus tertinggi, beberapa kecamatan lain juga mengalami peningkatan kasus DBD. Kecamatan Air Dikit tercatat sebanyak 58 kasus, Kecamatan Teramang Jaya 51 kasus, Kecamatan Ipuh 42 kasus, Kecamatan Air Rami 19 kasus, Kecamatan Sungai Rumbai 15 kasus, dan Kecamatan Lubuk Pinang 15 kasus. Beberapa kecamatan lainnya mencatatkan kasus lebih sedikit, dengan Kecamatan V Koto mencatatkan 12 kasus, Selagan Raya delapan kasus, dan Malin Deman dua kasus.

Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, petugas kesehatan telah melakukan berbagai upaya, termasuk penyelidikan epidemiologi terhadap 684 kasus. Selain itu, fogging juga telah dilakukan di 172 lokasi dan pemberian larvasida di 494 tempat yang diduga menjadi sarang nyamuk penyebab DBD.

Dinkes Kabupaten Mukomuko juga mendorong desa untuk memanfaatkan dana desa untuk mendanai berbagai kegiatan pencegahan penyebaran DBD.

Penulis : Elvina Rosa

Editor : Andrini Ratna Dilla