Alankanews.com,Bengkulu--Hingga awal tahun 2025, Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilirisasi Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) belum menetapkan kuota gas Elpiji bersubsidi 3 kilogram (Kg). Meski demikian, masyarakat di Provinsi Bengkulu berharap penyaluran Elpiji subsidi tetap berjalan normal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Minggu (05/01/2025).
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Donni Swabuana, mengungkapkan bahwa Pemprov Bengkulu telah mengajukan usulan kuota Elpiji bersubsidi sebesar 75 ribu metrik ton. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan usulan tahun sebelumnya yang hanya 58 ribu metrik ton.
“Kami masih menunggu keputusan terkait kuota yang diajukan. Hingga kini belum ada informasi resmi berapa kuota yang akan diterima,” ujar Donni
Ia optimistis bahwa dalam waktu dekat, alokasi kuota Elpiji untuk Provinsi Bengkulu akan segera diterima.
“Kami yakin kuota akan keluar dalam waktu dekat, karena kebutuhan Elpiji terus meningkat seiring konsumsi masyarakat yang bertambah,” jelasnya.
Donni menjelaskan, peningkatan usulan kuota tahun ini disesuaikan dengan data konsumsi tahun sebelumnya.
“Kebutuhan Elpiji di Bengkulu meningkat, sehingga usulan kuota juga dinaikkan. Harapannya, alokasi ini dapat mencukupi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Ia juga menyoroti bahwa seharusnya alokasi kuota Elpiji bersubsidi dikeluarkan bersamaan dengan alokasi BBM, yang sudah ditetapkan beberapa waktu lalu. Namun, hingga saat ini, belum ada kejelasan terkait kuota Elpiji dari BPH Migas.
Donni berharap kuota Elpiji 3 kilogram yang diterima Provinsi Bengkulu nantinya dapat bertambah, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap kuota yang diterima cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar, agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan Elpiji bersubsidi,” tutupnya.
Masyarakat Bengkulu kini menunggu kepastian pemerintah terkait kuota Elpiji bersubsidi untuk tahun 2025, dengan harapan distribusi tetap lancar dan harga di pasaran tetap stabil.