Alankanews,Bengkulu--Sebanyak enam narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu mendapatkan remisi khusus pada perayaan Natal 2024. Pengurangan masa pidana ini diberikan langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Kantor Wilayah (Kanwil) Bengkulu, Teguh Wibowo, Rabu (25/12/2024).
Dalam sambutannya, Teguh Wibowo menyampaikan pesan dari Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto, yang menyatakan bahwa pemberian remisi adalah bentuk apresiasi bagi warga binaan yang berkelakuan baik, aktif mengikuti pembinaan, dan telah menunjukkan perkembangan positif.
"Remisi ini bertujuan untuk memberi kesempatan bagi narapidana untuk lebih cepat berintegrasi kembali ke masyarakat, dengan mengedepankan pembinaan dan perbaikan diri," ujar Teguh.
Teguh juga mengingatkan bahwa remisi adalah wujud kasih sayang Tuhan, dan diharapkan agar para narapidana bersyukur dan menyadari bahwa pengurangan hukuman ini merupakan hasil dari usaha untuk memperbaiki diri.
"Semoga remisi ini dapat menjadi moment untuk merenung dan bersyukur atas kasih Tuhan, karena remisi adalah anugerah yang layak diterima oleh mereka yang berusaha menjadi pribadi yang lebih baik," tambahnya.
Pada peringatan Natal 2024 ini, pemerintah memberikan remisi kepada 15.976 narapidana, yang terdiri dari 15.807 narapidana dewasa dan 169 anak binaan. Dari jumlah tersebut, 15.691 narapidana dewasa menerima Remisi Khusus I (pengurangan sebagian masa pidana), sementara 116 narapidana lainnya memperoleh Remisi Khusus II yang mengarah pada pembebasan langsung. Sementara itu, 166 anak binaan mendapat Remisi Khusus I, dan 3 orang lainnya mendapatkan Remisi Khusus II yang juga mengarah pada pembebasan.
Kalapas Kelas IIA Bengkulu, Yuniarto, mengungkapkan bahwa dari enam warga binaan yang menerima remisi, tiga orang mendapat pengurangan masa hukuman selama 1 bulan 15 hari, sementara tiga orang lainnya mendapatkan pengurangan selama 1 bulan.
"Kami berharap remisi ini bisa menjadi motivasi agar mereka bisa berubah dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan," ujar Yuniarto.
Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Panca Andronikus, S.Th, yang turut hadir, menekankan makna tema Natal tahun ini yang mengajak warga binaan untuk kembali ke Betlehem, yang melambangkan pengharapan, kesederhanaan, dan damai sejahtera.
"Kami berharap warga binaan dapat terus mengikuti bimbingan rohani dengan baik, agar nantinya dapat kembali ke masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik dengan penuh keimanan," tutupnya.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla