Mengenal Warisan Budaya Bengkulu, SDN 8 Kota Bengkulu Ajak Murid Lebih Dekat dengan Adat Istiadat Lokal

Murid SDN 08 kota Bengkulu saat mengunjungi Balai Adat Rajo Penghulu, Bengkulu,, Senin (17/02/2025).Foto:Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com -- Dalam upaya melestarikan budaya lokal dan memperkenalkan adat istiadat kepada generasi muda, SDN 8 Kota Bengkulu mengadakan kunjungan edukatif ke Balai Adat Rajo Penghulu Senin (17/02/2025) . Kegiatan ini diikuti oleh siswa Kelas 5 sebagai bagian dari program outing class bertema Keragaman Budaya Indonesiaku.

Fitiriana, salah satu guru kelas yang mendampingi kegiatan tersebut, menekankan pentingnya mengenalkan budaya lokal kepada anak-anak sejak dini. Menurutnya, modernisasi dan arus globalisasi telah mempengaruhi pola pikir generasi muda, sehingga pemahaman terhadap adat istiadat dan budaya Bengkulu semakin memudar.

“Budaya adalah identitas kita. Jika anak-anak tidak dikenalkan sejak dini, mereka bisa melupakan akar budaya mereka sendiri,” ujar Fitiriana.

Berbeda dari metode pengajaran di kelas, kegiatan ini dirancang agar siswa bisa belajar secara langsung melalui pengalaman nyata. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga melihat dan menyentuh berbagai artefak budaya yang dipamerkan di Balai Adat Rajo Penghulu. 

Selama kunjungan, para siswa diperkenalkan dengan kelambu adat dan pahar yang digunakan dalam upacara pernikahan tradisional Bengkulu. Selain itu, mereka juga melihat katil pengantin yang memiliki makna filosofi mendalam dalam adat pernikahan setempat. 

“Kami sengaja mengajak anak-anak ke sini agar mereka bisa melihat sendiri benda-benda budaya yang mungkin hanya mereka ketahui dari buku pelajaran,” kata Fitiriana.   

Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya lokal di kalangan siswa. Fitiriana berharap dengan mengenal budaya Bengkulu lebih dekat, anak-anak tidak hanya memahami adat istiadat, tetapi juga merasa bangga menjadi bagian dari warisan budaya yang kaya ini. 

“Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu, tetapi juga bangga dengan budaya Bengkulu,” tambahnya.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para siswa. Akram Algani, salah satu murid yang ikut dalam kunjungan tersebut, mengaku senang bisa belajar langsung tentang budaya Bengkulu. Dia merasa kunjungan ini memberinya pengalaman baru yang tidak bisa didapatkan di dalam kelas. 

“Saya senang sekali bisa melihat barang-barang peninggalan yang ada di Bengkulu, seperti lampu nelayan dan senjata adat,” ujar Akram. 

Tidak hanya itu, dukungan dari orang tua juga turut mendorong semangat para siswa dalam mengenal budaya lokal. 

“Orang tua saya sangat mendukung saya untuk lebih mengenal budaya Bengkulu,” tambah Akram.

Kepala Sekolah SDN 8 Kota Bengkulu, Nurhayati, mengungkapkan bahwa program outing class ini merupakan bagian dari kurikulum yang bertujuan mengajarkan keberagaman budaya Indonesia secara lebih nyata. Dia menekankan pentingnya pendidikan budaya untuk melawan derasnya arus globalisasi yang kerap kali membuat generasi muda melupakan identitas lokal mereka.

“Anak-anak sekarang sangat mudah terpengaruh oleh budaya luar melalui media sosial dan internet. Oleh karena itu, kami ingin memberikan pengalaman nyata agar mereka bisa mencintai budaya sendiri,” jelas Nurhayati.

Dengan mengunjungi Balai Adat Rajo Penghulu, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya sekadar tahu tentang budaya Bengkulu, tetapi juga menghargai dan melestarikannya di masa depan. Fitiriana menyatakan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan untuk memperkenalkan berbagai aspek budaya lokal kepada para siswa.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi jembatan bagi anak-anak untuk mencintai dan melestarikan budaya Bengkulu,” tutup Fitiriana. 

Kunjungan edukatif ini menjadi langkah konkret SDN 8 Kota Bengkulu dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Di tengah arus modernisasi yang begitu kuat, upaya mengenalkan budaya lokal sejak dini diharapkan mampu menjaga identitas dan warisan budaya Bengkulu tetap hidup di masa yang akan datang.

 

Reporter : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla