Alankanews.com,Kota Bengkulu--Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kini memberikan fasilitas menarik untuk masyarakat dengan hadirnya dua unit mobil perpustakaan keliling yang disediakan di Pendopo Merah Putih. Sejak akhir 2024, fasilitas ini sudah ramai dikunjungi oleh warga setempat yang ingin memanfaatkan kesempatan untuk membaca buku secara gratis, Sabtu (01/02/2025).
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu, Mukhlis, mengatakan bahwa kehadiran mobil perpustakaan keliling ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat serta memperluas pengetahuan dan wawasan mereka.
"Melalui perpustakaan keliling ini, pengunjung Pendopo Merah Putih tidak hanya menghabiskan waktu untuk berkumpul atau bersantai, tetapi juga mendapatkan manfaat ilmu melalui buku-buku yang kami sediakan," ujar Mukhlis.
Setiap unit mobil perpustakaan keliling dilengkapi dengan sekitar 1.000 buku berbagai jenis dan judul, yang memungkinkan pengunjung untuk memilih buku sesuai minat mereka. Mobil perpustakaan keliling ini tersedia setiap Sabtu dan Minggu, saat jumlah pengunjung di Pendopo Merah Putih biasanya mencapai ratusan orang.
Selain itu, Pemkot Bengkulu juga memperbolehkan masyarakat untuk memanfaatkan Pendopo Merah Putih untuk berbagai kegiatan, termasuk resepsi pernikahan dan acara lainnya.
"Pendopo ini dibangun oleh Wali Kota Helmi Hasan dan Deddy Wahyudi sebagai fasilitas untuk masyarakat, tidak hanya untuk kegiatan pemerintahan," jelas Penjabat Wali Kota Bengkulu, Arif Gunadi.
Saat ini, Pemkot Bengkulu sedang merancang Peraturan Wali Kota yang mengatur pemanfaatan Pendopo Merah Putih oleh masyarakat. Yang menarik, penggunaan pendopo untuk berbagai kegiatan tersebut tidak akan dikenakan biaya sewa, alias gratis. Namun, warga akan dikenakan biaya untuk pembayaran listrik dan kebersihan, dengan nominal yang masih dalam tahap pembahasan. Diingatkan bahwa biaya tersebut akan diberlakukan mulai Februari 2025.
Dengan berbagai fasilitas ini, Pemkot Bengkulu berharap Pendopo Merah Putih bisa semakin bermanfaat bagi warga, tak hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai sumber ilmu pengetahuan yang mudah diakses.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla