Alnkanews.com, Bengkulu-- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu menggelar Hari Nusantara dan Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Bengkulu Tahun 2023 pada Rabu (13/12).
Gubernur Bengkulu Prof. Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M. MA. dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa acara ini untuk memperingati Hari Nusantara dengan suasana yang menyenangkan dan berbagi beberapa ton ikan gratis kepada masyarakat Bengkulu yang hadir.
"Hari ini yang utama adalah kita melaksanakan lomba masakan serba ikan antar kabupate Se-Provinsi Bengkulu dan bagi-bagi ikan gratis sama warga Bengkulu," ujar Gubernur Rohidin disela-sela bagi ikan gratis di DKP Provinsi Bengkulu, Rabu (13/12).
Gubernur Rohidin juga mengatakan genda membagi ikan laut ini bertujuan agar masyarakat merasakan nikmatnya penghasilan Bengkulu.
"Kita membagi 1,5 ton ikan laut dengan semua jenis ikan segar yang kita bagi-bagi ke masyarakat Bengkulu supaya masyarakat bisa merasakan nikmatnya dari penghasilan Bengkulu," tambah Gubernur Rohidin.
Selain itu Kepala Dinas Perikanan Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu, Syafriandi, S.E, S.T., M.Si, menambahkan pembagian ikan gratis ini oleh DKP dan pengusaha ikan yang ada di Kota Bengkulu.
"Alhamudillah semua masyarakat yang hadir di hari nusantara dapat ikan gratis, karena bagi kami mereka menghargai hari nusantara makan kami juga menghargai merekan dengan membagi 1,5 ton ikan untuk mareka," kata Syafriandi.
Ditambah Syafriandi, acara ini merupakan sinergitas diwilayah kemaritiman untuk menyampaikan ke masyarakat tetang alat tangkap ikan.
"Yang jelas acara ini dibuat untuk menyampaikan ke masyarakat bahawa alat tangkap kita sudah ramah lingkungan, tidak ada lagi yang melanggar aturan kecuali memang belum urus izin kapal," sambung Syafriandi.
Ia melanjutkan bahwa izin kapal dibuka sampai Desember 2023 dengan gratis dengan mengajukan ke Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD).
"Silahkan ajukan ke UPTD maka izin kapal akan kita keluarkan, kemudian nanti ada beberapa pembagian seperti penyuh yang memang ingkin kita lakukan agar penyuh tidak punah, sehingga seluruh penyuh ini dilestarikan di Provinsi", tutup Syafriandi.
Reporter : Annisa Putri Khafifa, S.Pd
Editor : Beta Kurnia