Alankanews.com,Kaur--Pagu anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tahun 2025 mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp 1 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kaur mencairkan dana BOS sebesar Rp 18.553.380.000. Namun, untuk tahun 2025, pagu dana BOS meningkat menjadi Rp 19.355.515.000, Jumat (31/01/2025).
Rincian anggaran dana BOS untuk masing-masing jenjang pendidikan di Kabupaten Kaur pada tahun 2025 adalah sebagai berikut: Sekolah Dasar (SD) Negeri memperoleh sekitar Rp 11,4 miliar, SD Swasta mendapatkan Rp 637 juta, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri sekitar Rp 6,3 miliar, dan SMP Swasta sekitar Rp 172 juta. Selain itu, terdapat dana BOS kinerja sebesar Rp 973 juta.
Kepala Disdikbud Kaur, Sumari, M.Pd, melalui Pengelola Data Dana BOS, Yeti Juniar Cayani, M.AP, menjelaskan bahwa kenaikan anggaran ini sejalan dengan peningkatan jumlah pelajar di Kabupaten Kaur, baik di jenjang SD maupun SMP, dibandingkan tahun sebelumnya.
"Pagu dana BOS kita sudah dapatkan, tahun ini jauh lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu, naik kurang lebih Rp 1 miliar," ujar Yeti.
Kenaikan anggaran dana BOS ini juga berkaitan langsung dengan jumlah pelajar yang menerima bantuan. Yeti menambahkan bahwa besaran dana BOS yang diterima oleh masing-masing pelajar berbeda, yaitu Rp 980 ribu untuk pelajar SD dan Rp 1.240.000 untuk pelajar SMP.
“Bantuan dana BOS untuk pelajar SMP lebih besar karena kebutuhan biaya sekolah di jenjang SMP lebih tinggi dibandingkan SD,” tambahnya.
Saat ini, dana BOS untuk 2025 telah mulai ditransfer ke rekening masing-masing sekolah dan proses penyalurannya akan dilakukan dua tahap, yaitu per semester. Disdikbud Kaur juga terus melakukan pengawasan ketat terhadap penyaluran dana BOS. Setiap kegiatan yang terkait dengan dana BOS harus dilaporkan dengan bukti yang jelas. Jika ditemukan penyimpangan, Disdikbud Kaur berjanji akan menindak tegas pihak yang melanggar.
"Penyaluran dana BOS ini sudah mulai ditransfer dari rekening pusat ke sekolah masing-masing. Kami terus memantau dan mengawasi setiap prosesnya," tutup Yeti.
Penulis : Dandi Febriawan
Editor : Andrini Ratna Dilla