Alankanews.com,Bengkulu Utara -- Harapan petani untuk meraup keuntungan dari panen raya pertama di tahun ini tampaknya belum terwujud. Panen raya masa tanam pertama di kawasan persawahan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya dan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, mengalami penurunan signifikan. Hasil panen petani turun hingga 50 persen dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Amran, salah satu petani di kawasan persawahan Kemumu, mengungkapkan bahwa hasil panen kali ini jauh di bawah ekspektasi. Dari lahan seluas 2,5 hektare yang ia garap, biasanya setiap hektare menghasilkan sekitar 80 karung gabah kering panen (GKP). Namun, hasil panen tahun ini mengalami penurunan drastis.
"Biasanya saya bisa dapat 80 karung per hektare, tapi sekarang cuma sekitar 40 karung saja. Penurunannya hampir setengah dari biasanya," ujar Amran saat ditemui di lokasi panen, Senin (17/2/2025).
Amran menyebutkan, beberapa faktor menjadi penyebab turunnya hasil panen tahun ini. Cuaca yang tidak menentu dan serangan hama menjadi tantangan utama yang dihadapi petani.
"Curah hujan yang tinggi di awal masa tanam membuat tanaman padi banyak yang rusak. Ditambah lagi, hama seperti wereng dan tikus semakin sulit dikendalikan," tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara turut mengakui adanya penurunan hasil panen di beberapa wilayah. Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Utara, Suryadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari petani mengenai kondisi ini.
"Kami memahami kesulitan yang dihadapi petani. Kami sedang berupaya memberikan bantuan berupa pestisida dan penyuluhan intensif untuk mengurangi dampak serangan hama di masa tanam berikutnya," jelas Suryadi.
Pemkab Bengkulu Utara berharap, meskipun hasil panen kali ini menurun, stok pangan daerah tetap dapat tercukupi. Suryadi juga mengimbau petani untuk memanfaatkan teknologi pertanian yang lebih modern guna meningkatkan produktivitas di masa mendatang.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan petani dan pihak terkait agar produksi padi di Bengkulu Utara bisa kembali meningkat," pungkasnya.
Penulis : Indra
Editor : Andrini Ratna Dilla