Alankanews.com,Bengkulu—Menjelang pergantian tahun, pedagang jagung di Pasar Minggu, Kota Bengkulu, mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi lonjakan permintaan. Saat ini, harga jagung masih berada pada kisaran normal, yakni Rp 8.000 per kilogram, Kamis (26/12/2024) Kemarin.
Namun, para pedagang memprediksi adanya kenaikan harga menjelang liburan akhir tahun, sebagaimana yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Rakar Sinaga, salah satu pedagang jagung di Pasar Minggu, mengungkapkan bahwa saat ini mereka mendapatkan pasokan sekitar 180 kilogram jagung per hari, yang didatangkan langsung dari Curup. Meskipun begitu, ia menyebut stok tidak selalu stabil sehingga dapat memengaruhi harga dan ketersediaan barang.
“Kami memprediksi harga jagung bisa naik hingga Rp 10.000 per kilogram, seperti yang terjadi pada pergantian tahun lalu, karena tingginya permintaan dari konsumen lokal maupun luar kota,” ujar Rakar.
Sebagai langkah antisipasi, para pedagang terus memantau perkembangan stok dan harga jagung. Mereka berupaya menjaga ketersediaan barang di tengah potensi peningkatan permintaan dan kemungkinan kenaikan harga.
“Kami berusaha sebaik mungkin agar stok jagung tetap tersedia bagi masyarakat. Namun, kami juga meminta pengertian dari konsumen jika terjadi perubahan harga mendekati tahun baru,” tambah Rakar.
Tingginya permintaan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para pedagang, terutama jika pasokan dari daerah pemasok utama seperti Curup tidak memadai. Hal ini dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas harga di pasar lokal.
Dengan lima hari tersisa hingga tahun baru, para pedagang berharap dapat melayani kebutuhan masyarakat dengan baik, meskipun mereka tetap mengingatkan potensi perubahan harga.
“Kami berharap semua berjalan lancar sehingga masyarakat bisa menikmati perayaan tahun baru tanpa khawatir kekurangan jagung untuk kebutuhan mereka,” pungkas Rakar.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla