Pemerintah Kota Bengkulu Tingkatkan Anggaran UHC untuk Tahun 2025, Capai Rp 18 Miliar

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani, di Bengkulu, Minggu (19/01/2025).Foto:Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com,Kota Bengkulu--Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani, mengungkapkan bahwa anggaran untuk program Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan sebesar Rp 4 miliar. Anggaran yang sebelumnya sebesar Rp 14 miliar pada tahun 2024, kini mencapai Rp 18 miliar. Peningkatan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan peserta baru dalam program BPJS Kesehatan dan memastikan bahwa seluruh masyarakat Kota Bengkulu dapat ter-cover oleh layanan kesehatan, Minggu (19/01/2025).

Joni menjelaskan bahwa dengan anggaran sebesar Rp 18 miliar, diharapkan cakupan layanan UHC di Kota Bengkulu dapat semakin meluas. 

"Kami sudah menganggarkan Rp 18 miliar untuk pelayanan UHC se-Kota Bengkulu, lebih besar dari tahun lalu yang Rp 14 miliar," ujarnya. 

Saat ini, cakupan UHC di Kota Bengkulu hampir mencapai 100 persen, yaitu 99,8 persen, dengan peserta yang didanai melalui berbagai sumber, termasuk JKN PBI dari pemerintah pusat dan anggaran daerah.

Program UHC ini mencakup seluruh lapisan masyarakat, termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta peserta mandiri yang sebelumnya membayar sendiri namun kini ditanggung oleh pemerintah kota. Peningkatan anggaran juga dipengaruhi oleh pengurangan dana dari APBN untuk program Jamkesmas. Joni menambahkan bahwa kekurangan dana akibat pengurangan tersebut akan ditutupi oleh anggaran daerah, yang juga akan membantu warga yang sebelumnya mandiri namun kini dapat dibiayai oleh pemerintah kota.

Langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Bengkulu untuk memperluas akses layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan dan kurang mampu. Dengan meningkatnya anggaran dan cakupan yang semakin luas, diharapkan lebih banyak warga Kota Bengkulu yang bisa mendapatkan layanan kesehatan yang optimal dan merata.

"Kami ingin lebih banyak masyarakat yang membutuhkan bisa mendapat layanan kesehatan," tutupnya.

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla