Pemkab Bengkulu Selatan Identifikasi 3.000 Jiwa Masyarakat Miskin, Fokuskan Bantuan Modal Usaha

Kepala Dinsos Bengkulu Selatan (BS), Efredy Gunawan, di Bengkulu Selatan, Minggu (19/01/2025).Foto:Muldianto/Alankanews.com

Alankanews.com,Bengkulu Selatan--Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda Litbang) sedang melakukan identifikasi terhadap 3.000 jiwa masyarakat miskin yang terbagi dalam kategori lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok produktif dengan rentang usia 30-60 tahun. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan penanganan yang lebih serius terhadap warga miskin di daerah tersebut, Minggu (19/01/2025).

Kepala Dinas Sosial Bengkulu Selatan, Efredy Gunawan, menjelaskan bahwa pengidentifikasian ini juga melibatkan kolaborasi dengan Kementerian Sosial RI melalui program graduasi mandiri. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat miskin menjadi lebih mandiri, terutama bagi penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang memiliki usaha.

“Penerima bantuan sosial PKH yang memiliki usaha akan diberi bantuan modal sebesar Rp 5–10 juta per KPM untuk mendukung pengembangan usaha mereka,” ujar Efredy. 

Selain itu, kelompok lansia dan penyandang disabilitas akan tetap mendapatkan bantuan sosial seperti PKH dan BPNT, serta diberdayakan melalui UMKM. Pelatihan usaha kecil, strategi pemasaran, dan pengembangan lainnya dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2025.

Efredy mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat dan berbagai pihak untuk fokus dalam penanganan warga miskin.

 "Tentunya kami akan fokus pada penanganan warga miskin, mohon dukungannya," ungkapnya.

Sementara itu, dukungan terhadap program ini juga datang dari anggota DPRD Bengkulu Selatan, Nurmalena SE MM. Ia menilai bahwa bantuan modal usaha lebih efektif dibandingkan dengan bantuan sosial biasa, karena dapat membantu masyarakat untuk memperkuat perekonomian mereka secara berkelanjutan. 

“Modal usaha memungkinkan roda perekonomian masyarakat terus berputar dan berkelanjutan,” jelas Nurmalena.

Ia juga menegaskan pentingnya edukasi usaha bagi masyarakat kurang mampu untuk mengurangi angka kemiskinan secara bertahap. 

“Program ini adalah langkah nyata mendukung kemandirian masyarakat,” tutup Nurmalena.

Penulis : Muldianto

Editor : Andrini Ratna Dilla