Pemkot Bengkulu Ajak Masyarakat Berpartisipasi dalam Pengelolaan Sampah melalui LPM dan Subsidi Silang

Wali Kota Bengkulu, Deddy Wahyudi, di Bengkulu, Selasa (04/03/2025).Foto:Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com,Bengkulu-- Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dengan memanfaatkan subsidi silang bagi masyarakat yang kurang mampu. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Bengkulu, Deddy Wahyudi, pada Selasa (04/03/2025).

Menurut Wali Kota Deddy, pengelolaan sampah memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat, dan untuk itu Pemkot mengajak warga bekerja sama dengan LPM setempat. LPM telah menunjuk pihak ketiga yang akan memungut sampah di rumah-rumah warga, yang cukup diletakkan di depan pagar, sehingga setiap pagi sampah akan diambil oleh petugas.

"Untuk masyarakat yang kurang mampu, mereka tidak perlu membayar iuran pengelolaan sampah yang berkisar antara Rp20.000 hingga Rp30.000, karena masyarakat yang lebih mampu akan membayar iuran sebesar Rp50.000 hingga Rp100.000 per bulan. Dengan sistem subsidi silang ini, pengelolaan sampah dapat lebih merata dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat," ujar Wali Kota Deddy.

Melalui keterlibatan LPM dalam pengelolaan sampah, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan dan mendukung program Bengkulu Bisa (Bersih, Indah, Sejuk, dan Aman), yang kembali digalakkan Pemkot Bengkulu. Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata dengan baik.

Selain itu, Pemkot Bengkulu juga mendorong agar seluruh kelurahan di kota ini mengelola bank sampah untuk mengantisipasi tumpukan sampah di lingkungan masyarakat. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Riduan, menyampaikan bahwa setiap kelurahan harus memiliki minimal satu bank sampah untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih terorganisir.

"Setiap kelurahan di sembilan kecamatan di Kota Bengkulu diharapkan memiliki pengelolaan bank sampah, setidaknya di tingkat RW. Ini adalah bagian dari rencana aksi nasional dan mendukung program 100 hari kerja Wali Kota Deddy Wahyudi," kata Riduan.

Bank sampah di setiap kelurahan ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) dengan cara memilah dan mengelola sampah dari sumbernya. Hal ini penting untuk mengatasi lonjakan sampah yang dihasilkan dari rumah tangga maupun pelaku usaha, yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk.

Dengan adanya langkah-langkah ini, Pemkot Bengkulu berharap masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta berperan aktif dalam mengurangi masalah sampah di Kota Bengkulu. Ke depan, diharapkan Kota Bengkulu bisa menjadi lebih bersih dan ramah lingkungan, seiring dengan upaya bersama pemerintah dan masyarakat.

 

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla