Alankanews.com,Kota Bengkulu--Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu akan merawat 19 unit closed circuit television (CCTV) atau kamera pengawas dengan anggaran sebesar Rp50 juta pada tahun 2025. Pemeliharaan CCTV ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan keamanan dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Bengkulu, Jumat (07/02/2025)
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Bengkulu, Gita Gama Raniputera, menjelaskan bahwa meskipun terdapat 40 titik pemasangan CCTV di Kota Bengkulu, hanya 19 unit yang masih berfungsi dengan baik.
“Saat ini, anggaran yang tersedia hanya sebesar Rp50 juta untuk 2025. Anggaran ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai Rp200 juta,” ujarnya.
Gita menambahkan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan pemeliharaan rutin terhadap CCTV, namun beberapa unit mengalami kendala teknis, seperti gangguan listrik dan masalah jaringan internet yang memengaruhi kinerjanya. Meskipun demikian, keberadaan CCTV sangat penting untuk membantu mengawasi keamanan dan kelancaran lalu lintas di kota ini.
“CCTV juga sangat membantu aparat kepolisian dalam melakukan penindakan hukum. Dengan anggaran terbatas ini, kami tetap berusaha memantau dan memperbaiki CCTV yang ada,” kata Gita.
Pemkot Bengkulu berharap agar fasilitas CCTV yang ada mendapat perhatian lebih, sehingga dapat berfungsi secara maksimal untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi warga Kota Bengkulu.
Selain itu, Dinas Kominfo Kota Bengkulu juga telah mengajukan usulan penambahan 25 unit CCTV yang akan dipasang di sejumlah titik strategis di kota. Penambahan CCTV ini diharapkan dapat mempermudah pemerintah dalam memberikan pelayanan publik, terutama dalam penanganan kecelakaan atau insiden lainnya.
CCTV yang terpasang juga akan bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam memantau dan memanfaatkan hasil pengawasan.
“Untuk operasional dan pemantauan, serta perawatan CCTV ini akan dilakukan oleh Diskominfo, namun kami sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam pemanfaatan hasil dari alat CCTV yang ada,” tambahnya.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla