Alankanews.com,Kota Bengkulu--Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, mengusulkan bantuan bibit padi sebanyak 15 ton kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut. Usulan bantuan ini ditujukan untuk para petani di Kota Bengkulu guna meningkatkan produktivitas pertanian, Rabu (05/02/2025).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Adriansyah, menjelaskan bahwa bibit padi yang diajukan berupa varietas inpari 32, yang akan digunakan untuk memperluas lahan persawahan seluas 591,4 hektare. Dengan asumsi kebutuhan bibit sebesar 25 kilogram per hektare, diharapkan bantuan ini dapat membantu petani agar dapat panen lebih dari sekali dalam setahun.
"Usulan bantuan benih ini untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Harapannya, petani di Kota Bengkulu dapat merasakan manfaatnya dalam meningkatkan hasil pertanian mereka," ujar Adriansyah.
Lebih lanjut, Adriansyah mengimbau para petani yang membutuhkan bantuan untuk segera melapor dan mengajukan permohonan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu. Petani diharapkan mengajukan permohonan secara kolektif melalui kelompok tani.
Pemkot Bengkulu juga mengungkapkan rencana untuk memperluas areal persawahan di Kota Bengkulu hingga mencapai 1.165 hektare pada tahun ini. Perluasan ini merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan swasembada pangan pada 2027, dengan menekankan solusi cepat berupa Perluasan Areal Tanam (PAT) yang digagas oleh Kementerian Pertanian.
Adriansyah menambahkan, upaya PAT ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan di masa depan dan meningkatkan ketahanan pangan nasional. Pemkot Bengkulu telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk TNI, untuk memperluas areal sawah yang sebelumnya hanya seluas 685,6 hektare.
Sebagai bagian dari persiapan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu tengah menyiapkan teknis terkait titik lokasi perluasan sawah yang akan ditetapkan oleh pemerintah pusat. Perluasan sawah ini akan dilakukan dalam dua periode, bersamaan dengan tahap masa tanam.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla