Alankanews.com,Provinsi Bengkulu--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memberikan apresiasi terhadap usulan penetapan sebutan "Bumi Merah Putih" untuk Provinsi Bengkulu yang diinisiasi oleh Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UIN-FAS) Bengkulu. Usulan ini diharapkan dapat memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat Bengkulu, Kamis (16/01/2025).
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Haryadi, menyatakan bahwa gagasan penamaan tersebut adalah ide yang luar biasa dan sebelumnya sudah diinisiasi oleh Gubernur Bengkulu terpilih periode 2025-2030, Helmi Hasan.
"Gagasan penamaan Bengkulu sebagai Bumi Merah Putih merupakan ide luar biasa yang sangat mendalam maknanya bagi sejarah provinsi ini," ujar Haryadi.
Haryadi menjelaskan bahwa penamaan Bumi Merah Putih sangat relevan dengan sejarah Bengkulu, terutama berkaitan dengan peran Fatmawati, putri terbaik Bengkulu, yang berperan besar dalam menjahit Sang Merah Putih. Hal ini menjadi alasan kuat bagi Pemprov Bengkulu untuk mendukung penuh gagasan ini.
"Ibu Fatmawati berperan besar dalam menjahit Sang Merah Putih, sehingga ini menjadi simbol yang sangat kuat bagi kami," tambahnya.
Rektor UIN-FAS Bengkulu, Prof. Zulkarnain, juga menyampaikan dukungannya terhadap penetapan sebutan Bumi Merah Putih. Ia berharap pemantapan sebutan ini dapat menjadi energi positif yang mendorong kemajuan dan daya saing Provinsi Bengkulu di masa depan.
"Simbol Rafflesia yang selama ini digunakan kurang tepat, karena bunga tersebut lebih banyak dikaitkan dengan masa penjajahan. Sebaliknya, Bumi Merah Putih mencerminkan nilai perjuangan dan kebanggaan Bengkulu," ujar Prof. Zulkarnain.
Sebagai informasi, Provinsi Bengkulu saat ini dikenal dengan sebutan Bumi Rafflesia, merujuk pada keberadaan bunga Rafflesia arnoldii yang langka dan hanya tumbuh di wilayah tersebut. Namun, dengan gagasan baru ini, Pemprov Bengkulu berharap sebutan "Bumi Merah Putih" dapat lebih menggambarkan semangat perjuangan dan sejarah yang mendalam bagi masyarakat Bengkulu.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla