Alankanews.com, Bengkulu—Wakil Gubernur Bengkulu, Dr. H Rosjonsah, S.I.P., yang didampingi oleh Pj Sekda Ir. Eka Rika Rino, MM., menggelar rapat koordinasi (Rakor) percepatan penurunan stunting diruang rapat rafflesia Kantor Gubernur Bengkulu pada Jumat (12/01) kemarin.
Turut hadir Sekretaris Utama BKKBN RI/Ketua Sekretaris Percepatan Penurunan Stunting Pusat, Drs. Tavip Agus Rayanto, M.Si., Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu, Ketua tim penggerak PKK Provinsi Bengkulu, Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Kepala dinas kesehatan Provinsi Bengkulu, Kepala dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana Provinsi Bengkulu, Kepala badan Perencanaan, penelitian pengembangan daerah Provinsi Bengkulu, Tim kerja TPPS Provinsi Bengkulu serta Satgas stunting Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Kota.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Utama BKKBN RI sekaligus Ketua Sekretaris Percepatan Penurunan Stunting Pusat, Drs. Tavip Agus Rayanto, M.Si., menambahkan dan menanggapi yang disampaikan Gubernur Bengkulu bahwa rapat TPPS level Provinsi dan Kabupaten secara umum relatif sudah baik, yang masih formal itu di level kecamatan dan kelurahan.
"Ini catatan atau temuan setelah dilakukan evaluasi di beberapa tempat, seperti yang di katakan bapak Gubernur bahwa Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) jika kinerjanya tidak baik akan segera diganti, saya 100% sangat mendukung hal itu," ujar Tavip Jumat (12/01).
Lanjutnya, kita bekerja sama dengan Bawaslu agar masyarakat terlindungi. Ketika menjalankan tugas dilapangan dan ketika ada sesuatu yang tidak sesuai skenario karena di BKKBN korban politik itu sudah ada yang penurunan pangkat dan ada juga yang dipecat.
"Hal seperti ini yg tidak kita harapkan karena kita tidak terbebani politik dan benar-benar bekerja untuk menurunkan stunting," tutupnya.
Penulis : Beta Kurnia
Editor : Aisyah Oktavia