Alankanews.com,Bengkulu-- Pemerintah Provinsi Bengkulu berupaya untuk mencegah sejak dini tindakan Radikalisme Dan Terorisme Di Bumi Rafflesia Bengkulu, Jumat (01/03).
Dalam kesempatan ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Drs. Khairil Anwar, M.Si., mengatakan, kita berterimakasih kepada Radio Repuplik Indonesia (RRI) yang ikut jadi bagian sosialisasi kita dalam upaya mencegah terjadinya tindakan-tindakan Intoleransi Radikalisme dan Terorisme di Bumi Rafflesi Provinsi Bengkulu.
"Perlu kita ketahui bahwa RRI ini siaranya bisa menjangkau keseluruh pelosok, karena salah satu Radio yang bisa didengar oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa dibatasi, tidak hanya di Kota bahkan sampai di daerah Kabupaten," ujar Khairil Anwar, Jumat (01/03).
Apa itu tindakan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme berikut keterangannya : Intoleransi adalah sebuah paham atau pandangan yang mengabaikan seluruh nilai-nilai dalam toleransi yaitu perasaan empati kepada orang atau kelompok lain yang berasal dari kelompok, golongan atau latar belakang yang berbeda.
Radikalisme adalah suatu sikap mendambakan perubahan secara total dan bersikap revolusione dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekerasan dan aksi-aksi ekstrem. Terorisme adalah suatu tindakan yang memiliki tujuan politik, hukum, sosial maupun ekonomi dengan menggunakan tekanan, ancaman, intimidasi atau kekerasan terhadap masyarakat suatu wilayah atau suatu negara tertentu sebagai pembenaran untuk mencapai tujuannya.
Untuk harapanya bagi masyarakat sendiri, tentu melalui kegiatan sosialisasi ini masyarakat lebih paham, lebih tahu bahwa apa itu tindakan Intoleransi, tindakan Radikalisme, dan apa itu tindakan Terorisme.
"Dengan mensosialisasi ini jadi masyarakat lebih tahu apa yang harus dilakukan masyarakat ketika menemukan misalnya tanda-tanda atau katakanlah gejala-gejala yang masuk ketindakan itu. Dan kemudian juga masyarakat bisa mendeteksi dini supaya tidak terjadi tindakan-tindakan itu," pungkasnya.
Penulis : Annisa Putri Khafifa
Editor : Beta Kurnia