Alankanews.com,Kota Bengkulu--Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan bahwa kawasan Pendopo Merah Putih, yang kini menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat, sepenuhnya gratis untuk dikunjungi. Tidak ada biaya masuk, retribusi parkir, maupun tarif sewa yang dibebankan kepada pedagang kaki lima di kawasan tersebut, Kamis (02/01/2025).
"Semuanya gratis, masyarakat hanya diminta untuk menjaga kebersihan selama berada di Pendopo Merah Putih," ujar Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Eko Agusrianto.
Eko menambahkan, kebijakan ini diambil agar masyarakat Kota Bengkulu dapat menikmati kawasan tersebut dengan nyaman, baik untuk rekreasi keluarga dan maupun kegiatan lainnya. Para pedagang yang berjualan di lokasi itu juga diharapkan mendapatkan manfaat ekonomi tanpa beban biaya tambahan.
"Kami bahagia melihat masyarakat menjadikan Pendopo Merah Putih sebagai objek wisata. Pedagang juga mendapatkan pendapatan tambahan, tetapi yang terpenting adalah menjaga kebersihan karena itu tanggung jawab bersama," tambahnya.
Pendopo Merah Putih dilengkapi dengan halaman berumput sintetis seluas 2.562,23 meter persegi yang dianggarkan melalui APBD 2024 sebesar Rp1,48 miliar. Area ini telah menjadi favorit masyarakat untuk swafoto, bermain anak-anak, dan bersantai selama musim liburan.
Penjabat Wali Kota Bengkulu, Arif Gunadi, mengimbau para pengunjung untuk menjaga fasilitas yang ada di kawasan Pendopo Merah Putih. Pemerintah juga telah menyediakan sejumlah tempat sampah agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan.
"Kami juga menyiagakan personel Satpol PP untuk menjaga kawasan ini dan mengantisipasi pengunjung yang mungkin merusak fasilitas," ujar Arif.
Ribuan pengunjung memadati kawasan Pendopo Merah Putih setiap harinya, menikmati suasana baru di area ini. Pemerintah berharap, kehadiran Pendopo Merah Putih sebagai destinasi wisata gratis dapat memberikan kebahagiaan bagi masyarakat Kota Bengkulu sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga fasilitas publik.
Dengan kebijakan ini, Pemkot Bengkulu menunjukkan komitmennya untuk menciptakan ruang publik yang inklusif, ramah keluarga, dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla