Alankanews.com,Kota Bengkulu--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, mengumumkan bahwa peresmian Rumah Sakit Tino Galo (RSTG), yang selesai dibangun pada akhir 2024, akan dilakukan setelah pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu terpilih, Deddy Wahyudi dan Roni Tobing. Peresmian ini dijadwalkan akan dilakukan setelah kepemimpinan baru memulai masa tugasnya, Selasa (04/02/2025).
Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani, menjelaskan bahwa persiapan peresmian RSTG sudah dimulai, termasuk pembersihan ruangan, pemindahan peralatan medis, dan pengadaan fasilitas pendukung, seperti pendingin ruangan.
"Pemerintah Kota Bengkulu berencana menggelar peresmian setelah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu terpilih, Deddy Wahyudi - Roni Tobing dilantik, sehingga operasional rumah sakit bisa dimulai dengan kepemimpinan yang baru," ujar Joni.
Joni menambahkan, peresmian RSTG akan disesuaikan dengan jadwal pelantikan Wali Kota Bengkulu terpilih pada 20 Februari 2025.
Untuk menunjang operasional RSTG, Pemerintah Kota Bengkulu menganggarkan dana sebesar Rp7,90 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2025, yang mencakup biaya operasional dan pembangunan pagar rumah sakit.
"Untuk RSTG, dana dialokasikan untuk pembangunan pagar dan aksesoris sebesar Rp900 juta, sementara Rp7 miliar untuk gaji dan operasional rutin," ujar Joni.
RSTG Kota Bengkulu saat ini sudah terakreditasi C dari Kementerian Kesehatan dan ditargetkan dapat menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada tahun ini.
Sebagai informasi, pada tahun 2024, Pemkot Bengkulu menganggarkan dana sebesar Rp17 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) fisik pemerintah pusat untuk membangun empat gedung baru di Rumah Sakit Bersalin Ibu dan Anak Tino, yang berlokasi di bekas terminal Sungai Hitam Kota Bengkulu. Keempat gedung tersebut meliputi gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD), gedung perawatan, gedung penunjang, dan gedung sarana.
Selain itu, Pemkot Bengkulu juga melakukan penambahan alat kesehatan dengan menggunakan anggaran DAK fisik. Namun, untuk tenaga medis, belum ada penambahan, dan saat ini rumah sakit masih mengandalkan 92 tenaga kesehatan yang ada.
Dengan adanya pembangunan gedung baru di RSTG, diharapkan dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan medis, seperti ruang UGD, ruang radiologi, ruang rawat inap, laboratorium, serta farmasi yang terintegrasi. Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrin Ratna Dilla