Alankanews.com,Mukomuko--Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu saat ini tengah melakukan penelusuran terhadap pergerakan harimau yang diduga memangsa seorang warga dan seekor sapi di Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko. Pergerakan harimau yang sebelumnya terpantau di Desa Tunggal Jaya dan Desa Mekar Jaya kini semakin tidak terkendali, sehingga BKSDA memperluas upaya pemantauan, Sabtu (11/01/2025).
Kepala Resor BKSDA Kabupaten Mukomuko, Damin, menyatakan bahwa pihaknya tengah melacak jejak harimau tersebut, yang diduga telah bergerak ke desa lain di wilayah sekitar.
"Kami terus menelusuri pergerakannya karena sudah mulai tidak terkendali," ujar Damin.
Sebelumnya, pada Selasa (7/1) malam, seorang warga Desa Tunggal Jaya, Ibnu Oktavianto (22), ditemukan meninggal dunia di kebun kelapa sawit milik Ari Cahyono sekitar pukul 23.30 WIB. Selain itu, satu ekor sapi milik Deden Nurjamil, warga Desa Mekar Jaya, juga ditemukan mati akibat serangan harimau.
Damin menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait, seperti KPHP, pemerintah desa, dan masyarakat setempat, terus berupaya melacak pergerakan harimau tersebut.
"Pagi tadi harimau tersebut terlihat dekat jembatan, kemudian jejaknya ditemukan dekat Desa Pondok Kopi, dan kini kami mendapat laporan bahwa harimau tersebut berada di satuan pemukiman (SP) III Desa Selagan Jaya," terang Damin.
Damin juga mengungkapkan bahwa harimau yang memangsa warga dan sapi tersebut adalah seekor harimau jantan, yang diperkirakan merupakan individu yang sama yang terpantau di Desa Pondok Kopi.
Perpindahan harimau tersebut wajar, mengingat jarak jangkauannya dapat mencapai radius hingga 50 kilometer. Sebagai upaya untuk mengamankan wilayah, pihak BKSDA telah memasang dua perangkap harimau di Desa Tunggal Jaya dan Desa Mekar Jaya, yang merupakan lokasi kejadian peristiwa tersebut.
Penulis : Elvina Rosa
Editor : Andrini Ratna Dilla