Petani Gabah di Bengkulu Utara Terjepit Harga di Bawah Ketetapan Pemerintah

Harga jual gabah yang berada di bawah ketetapan pemerintah, Selasa (18/02/2025). Foto : Indra / Alankanews.com

Alankanews.com, Bengkulu Utara --  Petani di Bengkulu Utara menghadapi tekanan ekonomi akibat harga jual gabah yang berada di bawah ketetapan pemerintah. Meskipun pemerintah telah menetapkan harga beli gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.000 per kilogram, petani terpaksa menjual hasil panen mereka ke tengkulak dengan harga Rp5.300 per kilogram, atau lebih rendah Rp700 dari harga yang ditetapkan.

Ketidakmampuan petani menjual gabah sesuai harga pemerintah disebabkan oleh minimnya pilihan pasar. Petani mengaku tidak memiliki opsi lain selain menjual ke tengkulak karena keterbatasan akses langsung ke pembeli atau lembaga yang membeli dengan harga sesuai ketetapan.

"Saat ini, kami tidak punya pilihan lain selain menjual ke tengkulak, meskipun harganya jauh di bawah ketetapan pemerintah. Kalau tidak dijual, kami akan mengalami kerugian yang lebih besar karena hasil panen tidak bisa disimpan terlalu lama," ujar Sarman, salah seorang petani di Kecamatan Ketahun, Selasa (18/2).

Kesulitan petani diperparah oleh serangan hama tikus dan burung yang merusak hasil panen menjelang musim panen raya. Serangan hama tersebut menyebabkan hasil panen menjadi tidak maksimal, memperburuk kondisi ekonomi petani di daerah tersebut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Bengkulu Utara, Abdul Hadi, SP, menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan langsung untuk mengatur harga di tingkat tengkulak karena harga tersebut ditentukan oleh mekanisme pasar.

"Kami memahami kesulitan yang dihadapi petani, tetapi harga yang berlaku di tingkat tengkulak berada di luar kendali pemerintah daerah. Kami terus berupaya mencari solusi agar petani bisa mendapatkan harga yang layak," jelas Abdul Hadi.

Pemerintah daerah mengimbau agar petani dapat memanfaatkan berbagai program bantuan dan fasilitas yang disediakan guna meringankan beban mereka di tengah tantangan harga yang tidak stabil. Namun, hingga kini, belum ada kebijakan konkret yang mampu menjamin harga jual gabah sesuai dengan ketetapan pemerintah.

 

Penulis : Indra

Editor : Andrini Ratna Dilla