Alankanews.com,Kota Bengkulu--Kepolisian Resort Kota (Polresta) Bengkulu akan segera membubarkan sebanyak 26 geng motor yang membawa senjata tajam dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Pembubaran ini dilakukan setelah adanya pertemuan antara orang tua siswa, pihak sekolah, dan kelompok geng motor di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Sabtu (01/02/2025).
Kapolresta Bengkulu, Kombes Polisi Sudarno, mengungkapkan bahwa sebanyak 26 remaja yang tergabung dalam empat geng motor telah melakukan deklarasi untuk membubarkan diri.
"Kami mengundang orang tua siswa yang terlibat masalah, terutama yang berkaitan dengan geng motor. Beberapa waktu lalu, kami mengamankan seorang remaja yang hendak tawuran, dan dari situ kami kembangkan masalah ini," ujar Sudarno.
Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat, remaja-remaja lain yang tergabung dalam geng motor di Kota Bengkulu yang sudah terdata di Polresta Bengkulu juga akan melakukan deklarasi serupa. Remaja-remaja tersebut merupakan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, yakni sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK).
Selain deklarasi pembubaran, para remaja tersebut juga mengikuti sosialisasi mengenai bahaya keberadaan geng motor di lingkungan sekolah. Polresta Bengkulu berharap agar tidak hanya pihak kepolisian yang menindak tegas geng motor, tetapi juga peran aktif orang tua dan pihak sekolah dalam membimbing para remaja.
"Selain remaja, orang tua, guru, dan kepala sekolah juga diundang untuk memberikan arahan. Kami berharap mereka terus mengawasi anak-anak mereka agar terhindar dari kegiatan negatif," tambah Sudarno.
Untuk mengantisipasi aksi geng motor dan tawuran antarremaja, Polresta Bengkulu meningkatkan pengamanan dengan melakukan patroli malam hari di berbagai wilayah. Sudarno menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir aksi tawuran yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Polresta Bengkulu juga mengimbau kepada orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka, terutama saat malam hari.
"Kami harap orang tua lebih peduli terhadap kegiatan anak-anak agar tidak terjerumus dalam tindakan negatif seperti tawuran atau membentuk geng motor yang berbahaya," tutupnya.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla