Alankanews.com,Kota BengkuluSeorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa mengamuk di sekitar area Gedung Balai Buntar, Kota Bengkulu, pada Rabu pagi. Peristiwa tersebut sempat membuat warga yang sedang beraktivitas di lokasi merasa resah, Rabu (08/01/2025).
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Sahad, menyebutkan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga, khususnya para pengunjung yang rutin berolahraga pagi. Mereka mengungkapkan ketidaknyamanan akibat perilaku seorang pemuda yang bertindak tidak wajar.
"Kami mendapatkan informasi dari warga, mereka merasa terganggu oleh kehadiran seorang pria yang berperilaku aneh," ujar Sahad.
Menanggapi laporan tersebut, tim dari Dinas Sosial bersama kepolisian segera menuju lokasi pada hari berikutnya.
"Begitu kami sampai di tempat kejadian, laporan tersebut terbukti benar. Kami langsung mengamankan pria itu," tambah Sahad.
Pria yang tidak dapat menunjukkan identitas tersebut mengaku bernama Ari, namun diperkirakan merupakan seorang gelandangan.
"Saat kami hendak mengamankan, Ari sempat mengeluarkan pisau cutter dan hampir melukai petugas," jelasnya.
Beruntung, tindakan cepat dari petugas berhasil menenangkan situasi tanpa menimbulkan korban. Pria tersebut segera dibawa ke rumah singgah untuk penanganan lebih lanjut.
Sahad mengimbau kepada masyarakat Kota Bengkulu untuk segera melaporkan jika menemukan orang dengan gangguan jiwa yang dapat mengganggu ketertiban umum.
"Kami mengharapkan kerjasama masyarakat. Jika ada yang mendapati orang dengan gangguan jiwa yang mengganggu kenyamanan, segera laporkan ke Dinas Sosial," ujarnya.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya keberadaan layanan sosial yang responsif dalam menangani masalah yang melibatkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Sahad juga menambahkan bahwa Dinas Sosial akan terus bekerja sama dengan pihak kepolisian dan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan memberikan penanganan yang manusiawi bagi ODGJ di Kota Bengkulu.
Dengan langkah-langkah proaktif ini, diharapkan masyarakat merasa lebih aman dan kejadian serupa dapat dicegah di masa depan.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla