Alankanews.com,Provinsi Bengkulu—Program beasiswa kuliah gratis untuk perangkat desa yang digagas oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, saat ini masih belum ada kepastian terkait kelanjutan atau penghentian hingga tahun 2025, Senin (27/01/2025).
Keputusan tersebut sangat bergantung pada kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu yang baru saja terpilih dan akan segera dilantik. Program yang telah berjalan selama dua tahun terakhir ini bekerja sama dengan Universitas Terbuka (UT), dan telah memberikan kesempatan kuliah gratis bagi perangkat desa, khususnya Kepala Desa dan Aparatur Pemerintah Desa. Setiap angkatan, program ini memberikan beasiswa untuk 200 penerima beasiswa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Bengkulu, Siswanto menyebutkan,
“Apabila Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru tidak mendukung kelanjutan program ini, maka beasiswa tersebut akan dihentikan. Untuk angkatan kedua, Pemprov Bengkulu telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp270 juta untuk pembayaran semester pertama, sementara semester kedua, ketiga, dan keempat kemungkinan akan menjadi Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran),” ujar Siswanto.
Siswanto berharap meskipun terjadi pergantian kepemimpinan, program beasiswa untuk perangkat desa ini tetap dapat berlanjut, sehingga lebih banyak perangkat desa yang dapat meningkatkan kapasitasnya melalui pendidikan tinggi. Harapan tersebut sejalan dengan upaya Pemprov Bengkulu untuk meningkatkan kualitas SDM perangkat desa dalam mendukung pembangunan daerah.
Jika kebijakan baru tidak mendukung kelanjutan beasiswa, maka program ini akan resmi dihentikan, termasuk penganggaran yang telah disiapkan. Namun, masyarakat berharap, meskipun ada perubahan kepemimpinan, program ini tetap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa di Provinsi Bengkulu.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla