Alankanews.com,Provinsi Bengkulu--Program Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat (PSR) di Provinsi Bengkulu kini memasuki tahap pelaksanaan, setelah berhasil mendaftarkan 2.537 hektar dari total 6.500 hektar yang diusulkan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit rakyat di daerah tersebut, dengan pelaksanaan yang diperkirakan akan berjalan hingga 2025, Minggu (02/02/2025).
Hamdani, anggota Tim Kegiatan Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, menjelaskan bahwa registrasi program tahun 2024 mencakup 6 kabupaten di Bengkulu, yaitu Bengkulu Utara, Seluma, Mukomuko, Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, dan Kaur. Namun, realisasi program baru terlaksana di lima kabupaten, dengan Kaur yang belum terealisasi.
“2.537 hektar ini sudah mendapatkan rekomendasi teknis dari Dirjenbun, dan kita tinggal menunggu proses selanjutnya, termasuk penandatanganan tiga pihak, pencairan dana, serta pelaksanaan pada 2025,” ujar Hamdani.
Hamdani menambahkan bahwa penandatanganan tiga pihak telah dilakukan untuk lima kelompok tani yang mengajukan proposal. Proses kelengkapan untuk kelompok tani lainnya diharapkan selesai pada Januari-Februari 2024, dengan pelaksanaan replanting dimulai pada Maret mendatang.
Program replanting ini dirancang untuk berkelanjutan, dengan program yang diajukan pada 2023 dilaksanakan pada 2024, dan program 2024 dilanjutkan pada 2025. Proses administrasi yang melibatkan pengumpulan berkas seperti KTP, sertifikat tanah, Kartu Keluarga, dan dokumen asuransi menjadi tahapan penting sebelum proposal diajukan ke Direktorat Jenderal Perkebunan (Dirjenbun).
Setelah rekomendasi teknis dikeluarkan oleh Dirjenbun, dokumen tersebut dikirim ke Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk penentuan dana yang akan diberikan kepada kelompok tani penerima program PSR.
“Pemerintah juga menaikkan alokasi dana per hektar dari Rp30 juta menjadi Rp60 juta sejak Agustus 2024,” tambah Hamdani.
Berikut adalah realisasi program peremajaan sawit rakyat (PSR) di Bengkulu hingga Desember 2024:
-
Bengkulu Utara: 15 kelompok tani terealisasi 1.021 hektar dari target 1.700 hektar (per 40%) atau 2.350 hektar (per 100%).
-
Seluma: 4 kelompok tani terealisasi 372 hektar dari target 400 hektar (per 40%) atau 1.000 hektar (per 100%).
-
Mukomuko: 3 kelompok tani terealisasi 661 hektar dari target 400 hektar (per 40%) atau 1.000 hektar (per 100%).
-
Bengkulu Tengah: 2 kelompok tani terealisasi 326 hektar dari target 400 hektar (per 40%) atau 1.000 hektar (per 100%).
-
Bengkulu Selatan: 2 kelompok tani terealisasi 155 hektar dari target 400 hektar (per 40%) atau 1.000 hektar (per 100%).
-
Kaur: 2 kelompok tani belum terealisasi.
Program PSR diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pekebun kelapa sawit sekaligus mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit di Bengkulu. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung kelancaran program ini.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla